PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Dengan bermodal SPPT tanah milik warga Desa Bala Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Sekretaris Desa (Sekdes) Bala, Imawansyah diduga terlibat melakukan kejahatan ilegal loging kayu sonokeliing di hutan tutupan Negara di Desa setempat. Bahkan, Sekdes yang baru dilantik beberapa bulan lalu itu, diduga telah menerima uang sebanyak Rp.74Juta dari pihak ketiga (pembeli) sebagai pembayaran awal kayu sonokeling yang saat ini masih berada di atas gunung, setelah dibabat oleh oknum warga setempat yang bekerjasama dengan sekdes tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bala, Imawansyah

WERA, KS.- Kejahatan ilegal loging terus dilakukan oleh oknum warga di sejumlah wilayah Kecamatan, termasuk di Desa Bala Kecamatan Wera. Parahnya lagi, oknum Sekdes yang mestinya menjadi contoh dan teladan bagi warga agar tidak mengajak masyarakat untuk membabat hutan tutupan negara, justru sebaliknya diperlihatkan oleh pemuda yang baru berumur sekitar 30Tahun itu.

Salah seorang warga Desa Nunggi berinisial Nrd kepada Koran Stabilitas mengaku pernah ke lokasi melihat langsung kayu sonokeling yang sudah dipotong oleh oknum tidak bertanggungjawab. Namun, kayu sonokeling tersebut belum bisa diturunkan ke perkampungan karena jalan menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, sementara ruas jalan untuk kendaraan belum ada.

“Sekitar 200 potong kayu sudah siap diangkut di atas gunung yang masih tutupan negara,” ungkapnya.

Nrd mengaku khawatir, bila kayu sonokeling dibabat habis oleh oknum tidak bertanggungjawab di hutan tutupan Negara tersebut, maka akan terjadi kerusakan hutan ke depan, bahkan bencana banjir bandang akan melanda warga, karena keberadaan kayu dan pohonan akan membawa dampak positif bagi kelangsungan hidup warga.

“Semoga pemerintah tidak tutup mata atas kejadian tersebut,” harapnya.

Di tempat terpisah, salah seorang sumber terpercaya Koran Stabilitas, mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp.74Juta kepada Sekdes Desa Bala. Uang tersebut ditransfer ke rekening bank milik Sekdes Bala oleh seorang pembeli kayu sonokeling berinisial Ibu Sm.”Setahu saya, uang Rp.74Juta sudah lama masuk rekening sekdes Bala untuk pembayaran awal kayu sonokeling itu,” urainya.

Bagaimana tanggapan Sekdes Bala, Imawansyah atas dugaan keterlibatan pembabatan kayu sonokeling di hutan tutupan Negara di Desanya. Kepada wartawan via ponselnya, Rabu (29/11)sore kemarin Sekdes membantah terlibat kejahatan ilegal loging kayu sonokeling. Yang benar katanya, bahwa kayu sonokeling yang sekarang sudah dipotong diatas gunung itu berada di areal tanah milik warga yang memiliki sertefikat dan SPPT.

“Kayu sonokeling itu berada di lahan milik warga yang sudah memiliki SPPT, bukan di lokasi hutan tutupan negara,” bantahnya.

Begitu juga isu penerimaan uang Rp.74Juta dari pihak ketiga, Sekdes juga membantahnya. Dikatakannya, bahwa memang benar terjadi kesepakatan jual beli kayu sonokeling antara warga dengan pihak ketiga. Tapi mengenai uang sebanyak itu tidak ada sama sekali diterima oleh pihaknya.
“Belum ada uang yang masuk ke rekening saya,” elaknya lagi.(KS-Aaz)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *