Jalan raya seputar kompleks pertokoan Pasar Bima khususnya mulai cabang tiga Kelurahan Tanjung ke timur menuju Masjid Raya Bima Rusak Parah.
Jalan raya seputar kompleks pertokoan Pasar Bima khususnya mulai cabang tiga Kelurahan Tanjung ke timur menuju Masjid Raya Bima Rusak Parah. Meskipun sejumlah warga bersuara dan elemen mahasiswa berontak, jalan itu hingga saat ini masih saja belum diperbaiki, malah terkesan dibiarkan begitu saja.
Kali ini, permintaan perbaikan jalan itu disampaikan oleh Jamaluddin warga Kelurahan Sarae Kecamatan RasaNa'e Barat Kota Bima. Ia meminta kepada Pemerintah untuk segera memerhatikan jalan sekitar pertokoan Bima khususnya depan toko SMA. Jalan itu katanya, telah rusak kontruksinya hingga kapan saja bisa mencelakai para pengguna jalan. "Apalagi, disana aktifitas pengendara sangat padat pada jam sibuk," ujarnya Jum'at (9/1) siang.
Belum lagi, kendaraan roda empat yang mengambil muatan hingga mudah terjadi kecelakaan. Seperti biasa, jalur itu padat kendaraan dan jalannya nyaris tidak menampakan jalan yang diaspal. Keseluruhan badan jalan, banyak yang berlubang. "Dari cabang tiga jalur Kelurahan Tanjung kerah timur sampai batas lampu merah Tolomundu rusak parah," ungkapnya sambil menunjuk jalan yang rusak itu.
Anehnya lagi, didepan Masjid Raya Kota Bima. Jalan tersebut, berserakan kerikil yang seolah-olah ingin menutupi lubang yang ada. Kerap kali kecelakaan menuai jalan rusak berkerikil tersebut. Lantas, apa dan siapa yang semestinya bertanggung jawab atas semua ini. "Kalau memang ini tanggungjawab Pemerintah Provinsi NTB, apakah orang lombok yang akan gunakan jalan ini. Tentu kita rakyat Kota Bima yang manfaatkan. Artinya, Pemerintah Kota Bima jangan tinggal diam dong," sorotnya.
Jalan itu lanjutnya, merupakan kawasan utama Kota Bima. Jadi sebagai masyarakat Kota Bima, ia merasa sangat malu jika orang dari kota lainnya melihat jalan seputar pasar raya ambur adur seperti sekarang ini. "Saya berharap, Pemerintah Kota Bima bersikap arif terhadap persoalan ini. Kasihan masyarakatnya," ungkapnya.
Kalau bukan Pemerintah Kota Bima dan masyarakatnya, siapa lagi yang harus memperbaiki jalan itu. Apa Pemerintah harus menunggu ratusan laka lantas terjadi dulu, atau meninggal dunia. "Yang jelas kami masyrakat awam hanya bisa berharap saja uluran tangan dari Pemerintah," tuturnya. (KS-05)
Kali ini, permintaan perbaikan jalan itu disampaikan oleh Jamaluddin warga Kelurahan Sarae Kecamatan RasaNa'e Barat Kota Bima. Ia meminta kepada Pemerintah untuk segera memerhatikan jalan sekitar pertokoan Bima khususnya depan toko SMA. Jalan itu katanya, telah rusak kontruksinya hingga kapan saja bisa mencelakai para pengguna jalan. "Apalagi, disana aktifitas pengendara sangat padat pada jam sibuk," ujarnya Jum'at (9/1) siang.
Belum lagi, kendaraan roda empat yang mengambil muatan hingga mudah terjadi kecelakaan. Seperti biasa, jalur itu padat kendaraan dan jalannya nyaris tidak menampakan jalan yang diaspal. Keseluruhan badan jalan, banyak yang berlubang. "Dari cabang tiga jalur Kelurahan Tanjung kerah timur sampai batas lampu merah Tolomundu rusak parah," ungkapnya sambil menunjuk jalan yang rusak itu.
Anehnya lagi, didepan Masjid Raya Kota Bima. Jalan tersebut, berserakan kerikil yang seolah-olah ingin menutupi lubang yang ada. Kerap kali kecelakaan menuai jalan rusak berkerikil tersebut. Lantas, apa dan siapa yang semestinya bertanggung jawab atas semua ini. "Kalau memang ini tanggungjawab Pemerintah Provinsi NTB, apakah orang lombok yang akan gunakan jalan ini. Tentu kita rakyat Kota Bima yang manfaatkan. Artinya, Pemerintah Kota Bima jangan tinggal diam dong," sorotnya.
Jalan itu lanjutnya, merupakan kawasan utama Kota Bima. Jadi sebagai masyarakat Kota Bima, ia merasa sangat malu jika orang dari kota lainnya melihat jalan seputar pasar raya ambur adur seperti sekarang ini. "Saya berharap, Pemerintah Kota Bima bersikap arif terhadap persoalan ini. Kasihan masyarakatnya," ungkapnya.
Kalau bukan Pemerintah Kota Bima dan masyarakatnya, siapa lagi yang harus memperbaiki jalan itu. Apa Pemerintah harus menunggu ratusan laka lantas terjadi dulu, atau meninggal dunia. "Yang jelas kami masyrakat awam hanya bisa berharap saja uluran tangan dari Pemerintah," tuturnya. (KS-05)
COMMENTS