Penyeberangan Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo dan Wai Kelo, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur yang ditutup sementara akibat cuaca kini mulai normal kembali.
Penyeberangan Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo dan Wai Kelo, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur yang ditutup sementara akibat cuaca kini mulai normal kembali. Tidak ada lagi truk TS maupun TB serta mobil pribadi dengan tujuan NTT yang menumpuk di Pelabuhan Sape.
Manager Usaha dan Operasional PT ASDP Cabang Sape, Ardhi Ekapaty yang di konfirmasi di ruang kerjanya, mengaku penyeberangan Pelabuhan Sape tujuan Labuan Bajo dan Wai Kelo, NTT mulai Tanggal 4 hingga 11 Januari 2015 ditutup sementara karena cuaca buruk. Ketinggian gelombang mencapai 4 hingga 6 meter, kecepatan angin 20 hingga 25 knot perjam.
“Perkiraan BMKG pelayaran baru bisa jalan mulai 12 januari pukul 00 GMP atau pukul 06.00 wita waktu Indonesia tengah,” ungkapnya di Sape.
Prinsip kata Ardhi, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa sehingga dilakukan buka-tutup dan selalu berkoordinasi dengan sahbandar. Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu, truk TB maupun TS begitu menumpuk sampai di luar areal parker Pelabuhan Sape. Sedangkan untuk tahun ini tidak terlalu parah. truk yang ada hanya terparkit di dalam area pelabuhan TB 19 dan TS 11 sehingga masih di katakan normal.
Menurut Ardhi, karena cuaca belum memungkinkan, diharapkan pada pengguna jasa untuk bersabar. Tetapi kalau sudah memungkinkan untuk jalan maka tetap akan diberangkatkan. “Tidak ada keinginan kami yang menunda keberangkatan tapi cuacalah yang menentukan. Yang jelas mulai 12 Januari, penyeberangan muali jalan seperti biasa,” tuturnya. (KS-16)
Manager Usaha dan Operasional PT ASDP Cabang Sape, Ardhi Ekapaty yang di konfirmasi di ruang kerjanya, mengaku penyeberangan Pelabuhan Sape tujuan Labuan Bajo dan Wai Kelo, NTT mulai Tanggal 4 hingga 11 Januari 2015 ditutup sementara karena cuaca buruk. Ketinggian gelombang mencapai 4 hingga 6 meter, kecepatan angin 20 hingga 25 knot perjam.
“Perkiraan BMKG pelayaran baru bisa jalan mulai 12 januari pukul 00 GMP atau pukul 06.00 wita waktu Indonesia tengah,” ungkapnya di Sape.
Prinsip kata Ardhi, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa sehingga dilakukan buka-tutup dan selalu berkoordinasi dengan sahbandar. Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu, truk TB maupun TS begitu menumpuk sampai di luar areal parker Pelabuhan Sape. Sedangkan untuk tahun ini tidak terlalu parah. truk yang ada hanya terparkit di dalam area pelabuhan TB 19 dan TS 11 sehingga masih di katakan normal.
Menurut Ardhi, karena cuaca belum memungkinkan, diharapkan pada pengguna jasa untuk bersabar. Tetapi kalau sudah memungkinkan untuk jalan maka tetap akan diberangkatkan. “Tidak ada keinginan kami yang menunda keberangkatan tapi cuacalah yang menentukan. Yang jelas mulai 12 Januari, penyeberangan muali jalan seperti biasa,” tuturnya. (KS-16)
COMMENTS