Bidang Tata Ruang Dinas PU Kabupaten Bima terus melakukan sosialisasi ke masing-masing Kecamatan.
Bima, KS.- Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Tata Ruang Pemerintah Kabupaten Bima, Bidang Tata Ruang Dinas PU Kabupaten Bima terus melakukan sosialisasi ke masing-masing Kecamatan. Sejauh ini, dari 18 Kecamatan sudah empat Kecamatan yang dilakukan sosialisasi, diantaranya Kecamatan Sape, Wawo, dan Woha. “Dalam Minggu ini kita akan sosialisasi di Kecamatan Bolo dan Ambalawi,” sebut Kabid Tata Ruang Dinas PU Kabupaten Bima, Khairurrahman, ST.
.jpg)
Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Sosialisasi tersebut jelasnya, terus dilakukan pihaknya hingga tuntas ke 18 Kecamatan yang tersebar. Karena informasi soal tata ruang itu sangat perlu disampaikan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan lingkungan maupun kawasan di Kabupaten Bima, tertata dengan baik, sehingga enak dipandang mata dan nyaman untuk ditempati.
Pihaknya ingin masayarat memahami arti tentang penataan ruang itu. Karena ruang adalah wadah yang sangat terbatas, sementara manusia semakin bertambah dan berkembang, jadi perlu ditata dengan melibatkan peran serta masyarakat. Ketika masyarakat sudah memahami tentang tata ruang, maka masyarakat akan mengerti tentang koridor, dimana ruang yang boleh digunakan dan dimana ruang yang tidak boleh digunakan.
Diruang yang boleh digunakan pun tidak boleh langsung dibangun begitu saja, tetapi harus dibuatkan ijin mendirikan bangunan. Karena dari kawasan yang bisa digunakan pun masih harus diatur, makanya perlu ijin untuk mendirikan. “Karena kawasan perumahan tidak boleh dibangun pabrik atau industry. Begitu juga, kawasan perkantoran tidak boleh dibangun perumahan. Koridor itu yang perlu diatur dijelaskan ke masyarakat, dan perlu disosialisasikan,” jelasnya.
Kenapa perlu diatur tata ruangnya dan kenapa harus ada kawasan larangan untuk mendirikan bangunan dan harus ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena, dengan ruang yang sangat terbatas, perlu diatur penggunaannya demi keselamatan masyarakat sendiri. Contohnya di ruang jalan, kalau didirikan bangunan maka rawan kecelakaan dan macet, begitu juga dengan ruang sungai, kalau digunakan untuk mendirikan bangunan maka akan rawan banjir. Sehingga jika tidak diatur tata ruangnya, maka dampaknya akan ke masyarakat sendiri.
“Ijin mendirikan bangunan itu sangat penting untuk masyarakatnya sendiri, karena berdasarkan perda nomor 3 tentang retribusi dan uu tentang bangunan gedung dan permendagri nomor 40, dan perbup, bahwa seluruh bangunan yang diharapkan melalui sebuah proses yang legal, maka akan dijamin aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatannya, jadi tidak asal bangun. Minimal bangunan tersebut, tahan gempa, tahan kebakaran, karena sudah diperhatikan aspek ruangnya. (KS-02)
.jpg)
Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Sosialisasi tersebut jelasnya, terus dilakukan pihaknya hingga tuntas ke 18 Kecamatan yang tersebar. Karena informasi soal tata ruang itu sangat perlu disampaikan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan lingkungan maupun kawasan di Kabupaten Bima, tertata dengan baik, sehingga enak dipandang mata dan nyaman untuk ditempati.
Pihaknya ingin masayarat memahami arti tentang penataan ruang itu. Karena ruang adalah wadah yang sangat terbatas, sementara manusia semakin bertambah dan berkembang, jadi perlu ditata dengan melibatkan peran serta masyarakat. Ketika masyarakat sudah memahami tentang tata ruang, maka masyarakat akan mengerti tentang koridor, dimana ruang yang boleh digunakan dan dimana ruang yang tidak boleh digunakan.
Diruang yang boleh digunakan pun tidak boleh langsung dibangun begitu saja, tetapi harus dibuatkan ijin mendirikan bangunan. Karena dari kawasan yang bisa digunakan pun masih harus diatur, makanya perlu ijin untuk mendirikan. “Karena kawasan perumahan tidak boleh dibangun pabrik atau industry. Begitu juga, kawasan perkantoran tidak boleh dibangun perumahan. Koridor itu yang perlu diatur dijelaskan ke masyarakat, dan perlu disosialisasikan,” jelasnya.
Kenapa perlu diatur tata ruangnya dan kenapa harus ada kawasan larangan untuk mendirikan bangunan dan harus ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena, dengan ruang yang sangat terbatas, perlu diatur penggunaannya demi keselamatan masyarakat sendiri. Contohnya di ruang jalan, kalau didirikan bangunan maka rawan kecelakaan dan macet, begitu juga dengan ruang sungai, kalau digunakan untuk mendirikan bangunan maka akan rawan banjir. Sehingga jika tidak diatur tata ruangnya, maka dampaknya akan ke masyarakat sendiri.
“Ijin mendirikan bangunan itu sangat penting untuk masyarakatnya sendiri, karena berdasarkan perda nomor 3 tentang retribusi dan uu tentang bangunan gedung dan permendagri nomor 40, dan perbup, bahwa seluruh bangunan yang diharapkan melalui sebuah proses yang legal, maka akan dijamin aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatannya, jadi tidak asal bangun. Minimal bangunan tersebut, tahan gempa, tahan kebakaran, karena sudah diperhatikan aspek ruangnya. (KS-02)
COMMENTS