Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik, SMKN 1 Wera menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) berte...
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik, SMKN 1 Wera menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema “Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Penyusunan Modul Ajar”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan menjadi salah satu program strategis sekolah dalam memperkuat kemampuan guru menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21.
BIMA, KS.- Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WITA dan dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ahyadin, S.T. Ia menyampaikan bahwa IHT ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memastikan guru-guru SMKN 1 Wera mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif pada peserta didik.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zuhri, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru di tengah perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi yang pesat. “Guru harus terus bergerak dan beradaptasi. Pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna bagi siswa,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Azhar, S.Pd., sebagai bentuk ikhtiar agar penyelenggaraan IHT berjalan lancar, penuh manfaat, dan memberikan keberkahan bagi seluruh peserta.
Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh instruktur sekaligus narasumber, M. Olan Wardiansyah, S.Pel., M.Pd. Pada kesempatan tersebut, ia berbagi pengalaman selama bertugas di sekolah kemaritiman dan kelautan di SMKN 1 Lambu, serta perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMKN 1 Monta. Pengalaman tersebut memberikan perspektif nyata kepada peserta mengenai penerapan pembelajaran kontekstual di lingkungan pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia industri dan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, narasumber menguraikan secara runtut konsep growth mindset atau pola pikir bertumbuh yang perlu dimiliki seorang pendidik. Menurutnya, guru dengan growth mindset akan terbuka terhadap perubahan, terus belajar hal baru, dan siap mengembangkan diri dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern.
Selanjutnya, peserta dibimbing mengenai langkah-langkah penyusunan perangkat pembelajaran, termasuk modul ajar dan RPP, dengan memanfaatkan aplikasi terintegrasi sesuai standar terbaru. Penjelasan disampaikan secara detail dengan bantuan tampilan visual melalui televisi pintar, sehingga memudahkan peserta mengikuti alur materi.
Suasana IHT berlangsung hidup dan interaktif. Para guru antusias mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mencoba langsung fitur-fitur aplikasi yang diperkenalkan. Pendekatan yang komunikatif dan sistematis membuat materi mudah dipahami, termasuk oleh guru yang baru pertama kali menggunakan aplikasi tersebut.
Menjelang penutupan, narasumber menegaskan bahwa implementasi pembelajaran mendalam bukan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, melainkan mendorong guru menciptakan pengalaman belajar yang mampu menggugah rasa ingin tahu siswa, memperkuat karakter, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan.
Seluruh rangkaian kegiatan IHT berlangsung dengan lancar dan sukses. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran di SMKN 1 Wera serta menjadi pijakan lahirnya inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih kreatif dan berkualitas di masa mendatang.
(KS YANI WERA)




COMMENTS