Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M dimanfaatkan oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil III dari Partai Amanat Nasional...
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M dimanfaatkan oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil III dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rafidin, untuk berbagi dengan masyarakat melalui pelaksanaan kurban di Dusun Sakoa, Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Kamis lalu.

Nampak seekor sapi berukuran jumbo yang tergeletak diatas halaman rumah anggota DPRD Kabupaten Bima, Rafidin S,Sos menjelang disembelih oleh petugas qurban H.Mustamin.
BIMA, KS.- Rafidin melaksanakan kurban secara pribadi untuk warga Dusun Sakoa dan Dusun Panco, Desa Sampungu. Pelaksanaan kurban tersebut dilakukan sehari setelah Salat Idul Adha karena pada hari pertama perayaan Idul Adha telah ada sejumlah warga yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban, baik sapi maupun kambing.
“Saya sengaja mengambil sehari setelah pelaksanaan Salat Id karena ada warga yang melaksanakan kurban setelah Salat Id pada hari Rabu,” ujarnya di sela-sela kegiatan penyembelihan hewan kurban di Desa Sampungu.
Pemberian hewan kurban oleh Rafidin tidak hanya dilakukan sejak dirinya menjadi anggota DPRD. Kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakannya sejak masih berprofesi sebagai wartawan dan pimpinan media.
“Saya sudah biasa melaksanakan kurban. Saat menjadi wartawan dan pimpinan media, setiap tahun saya laksanakan dengan lokasi yang berbeda. Setelah menjadi anggota DPRD, kegiatan ini terus saya kembangkan,” paparnya.
Menurut Rafidin, kurban merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah SWT sekaligus sarana menguji kesabaran umat dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
“Sebagaimana kesabaran Nabi Ismail AS yang ikhlas menyerahkan dirinya untuk disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hakikat kurban bagi seorang muslim adalah perwujudan ketakwaan, kepedulian sosial, dan keikhlasan untuk berbagi dengan sesama. Nilai tersebut berakar pada keteladanan Nabi Ibrahim AS yang mengajarkan pentingnya pengorbanan demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi seorang politisi, nilai-nilai kurban juga memiliki makna yang sangat relevan. Menurutnya, politik seharusnya dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata sarana meraih kekuasaan.
Politisi dituntut untuk mengorbankan waktu, tenaga, serta kepentingan pribadi demi kesejahteraan masyarakat yang diwakilinya. Selain itu, semangat kurban juga mengajarkan pentingnya merajut kebersamaan di tengah perbedaan serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Ia menambahkan, nilai amanah dan transparansi yang terkandung dalam pelaksanaan kurban juga harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebagaimana daging kurban harus didistribusikan secara adil dan tepat sasaran, demikian pula kebijakan dan anggaran publik harus dikelola secara bertanggung jawab dan bebas dari praktik korupsi.
Secara keseluruhan, kurban mengajarkan pentingnya menekan ego pribadi maupun kelompok demi terwujudnya kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
(KS/MUL)

COMMENTS