PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

“Kami datang melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Bima bukan menolak PAW atau tidak terima dengan keputusan PAW yang dilakukan oleh Ketua Partai Demokrat Kabupaten Bima, Sakura H.Abidin, tapi kami datang melawan kezholiman dan pendisan hak asasi manusi yang di pasung oleh kekuasaan,” kata salah seorang pendemo, O,on saat datang ke Kantor Redaksi Koran Stabilitas, Kamis (27/4) sore kemarin.

Foto puluhan pendemo yang diamankan di Mako Brimob selasa(25/4)

BIMA, KS.- Isu Pengganti Antar Waktu (PAW) terhadap Samsul, eks anggota DPRD Kabupaten Bima asal Desa Sai Kecamatan Soromandi telah berlangsung sejak beberapa bulan Samsul dilantik sebagai Anggota Dewan, namun baru terlaksana Selasa (25/4) pagi kemarin. Atas sikap yang dianggap merugikan orang lain tersebut, membangkitkan kemarahan bagi warga Desa Sai, sehingga jalan untuk melakukan demonstrasi terpaksa dilakukan oleh warga Desa setempat.

O,on dalam keterangan persnya menegaskan, aksi demo yang dilakukan Selasa kemarin sebenarnya aksi yang harus ada sejarah bagi warga Desa Sai, namun semuanya terbentur waktu atau terlambat tiba di Kantor DPRD, sehingga membuat aksi kemarin sedikit emosi.

“Secara jujus saya sampaikan bahwa aksi kemarin bukan menolak PAW, tapi kami datang melawan kebatilan. Karena saya merasa yakin bahwa Samsul adalah anak bangsa yang bersih dan tidak pernah melakukan pelanggaran yang merusak nama partai democrat selama menjadi anggota dewan,” paparnya.

Kondisi yang diciptakan Sakura H.Abidin selaku Ketua DPD Demokrat Kabupaten Bima saat ini telah mencatat sejarah buruk bagi democrat di Kecamatan Soromandi, khususnya di Desa Sai dan Sampungu. Sehingga jangan heran, kalau di Pileg Tahun 2019 nanti, jangan harap ada suara democrat di Sai dan Sampungu, bahkan se kecamatan soromandi.”Saya dan keluarga saya haramkan untuk memilih democrat, dan saya merasa yakin bahwa di Sai tidak akan ada dukungan politik sedikitpun bagi partai democrat,” ujarnya yakin.

Saat ini hampir seluruh warga Desa Sai kehilangan wakil rakyat, akibat ulah Partai Demokrat yang memaksa kehendak dengan mengorbankan kadernya sendiri.”Saya merasa yakin bahwa suara democrat di Desa Sai tidak akan ada di pemilihan legislative 2019 akan datang,” tandasnya.(KS-R01)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *