PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:


Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), dari Program Kemitraan Pemerintah Australia – Indonesia dalam peningkatan mutu pendidikan anak sekolah khususnya bidang literasi dan numerasi, mengajak masyarakat Desa Ranggo dan Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu untuk memahami isu terkait pendidikan dan mengenali masalah yang ada di Kabupaten Dompu.

Kegiatan Lokakarya Pembelajaran Literasi di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo

DOMPU,KS.-
Pengenalan terhadap isu kepada masyarakat ini dimulai pada kegiatan loka karya sebagai salah satu langkah awal dari implementasi program rintisan Kabupaten Dompu yang berfokus pada peran masyarakat untuk berkontribusi aktif meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tahap awal. Dengan menitikberatkan pada pendekatan Solusi Lokal untuk Masalah Lokal.

Salah satu faktor adanya isu yang dimaksud adalah kurangnya peran masyarakat dalam bidang pendidikan sehingga menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kemampuan literasi dan numerasi anak-anak SD/MI di Dompu. Melalui program rintisan diberi nama Belajar di Sekolah dan Masyarakat (BERSAMA) bertajuk peningkatan peran masyarakat untuk turut serta membangun mutu pendidikan.

Kegiatan lokakarya yang digelar awal bulan Juni lalu bertemakan “Lokakarya PDIA Literasi”. PDIA sendiri merupakan singakatan dari Problem Driven Iterative Adaptation yang adalah pendeketan solusi lokal untuk masalah lokal yang mendasari setiap program rintisan INOVASI. Tujuan kegiatan adalah mengajak pemerintah dan masyarakat untuk turut menemukenali dan menganalisis masalah pembelajaran literasi dan perlindungan anak di masyarakat.

“Bukan hanya sekadar pelatihan tetapi ide masyarakat untuk turut berkontribusi menemukan solusi yang tepat, menyelesaikan masalah baca-tulis-hitung, calistung,” jelas salah seorang Education Advisor Program INOVASI Provinsi NTB, Sri Karna pada media ini.

Kegiatan diadakan di Desa Ranggo pada lalu ini, dilengkapi dengan sub-kegiatan untuk menilai kelayakan tim kerja komunitas (TKK) Desa Lepadi yang sudah terbentuk sebelumnya, terkait isu perlindungan anak, difasilitasi oleh Spesialis Perlindungan Anak Program INOVASI yang dihadiri oleh pemerintah desa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dompu.

Sekretaris Desa Ranggo, Dedi Purwanto., mengatakan program ini terkesan baru diperkenalkan di Dompu khususnya di Desa Ranggo. Meski begitu, pemerintah Desa Ranggo telah mengalokasikan anggaran dari ADD/DD untuk memberikan dana bantuan kepada empat PAUD di Desa Ranggo dengan 12 guru, sebagai bentuk konkret komitmen pemerintah di bidang pendidikan.

“Setiap tahunnya, pemerintah desa menyediakan anggaran Rp 100,000 untuk setiap guru. Artinya, pemerintah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 14,400,000 setiap tahunnya,” ungkap Dedi. (KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *