PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387

Slider[Style1]

advertisement

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



PASANG IKLAN
600x90
Hub. 0853-3873-1387
advertisement

BAGIKAN:

Proyek pembangunan Dam Sori Madanduru atau embung serbaguna di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, mencemari air bersih yang biasa dikonsumsi oleh warga desa setempat. Pasalnya, material galian berupa tanah, lumpur, bebatuan hingga pepohonan yang ditumbangkan tergerus ke penampungan air bersih. Akibatnya kondisi air menjadi kotor dan tidak layak untuk dikomsumsi.

Ilustrasi

DOMPU,KS.- Warga yang tidak terima dengan keadaan tersebut, meminta proses pengerjaan yang dilakukan oleh PT Cahaya Surya Nusantara milik Ruslihan itu, dihentikan sementara dan memperbaiki kondisi air bersih. Proses permintaan tersebut berlangsung di kantor Desa Saneo, Rabu (04/07/2018) pagi.

Salah seorang warga, Mahdin., mengaku melihat sendiri kondisi bak air yang penuh dengan limbah pengerjaan proyek. Dia menuding pihak kontraktor telah lalai dan sengaja mencemari sumber kehidupan warga desa tersebut.

"Dalam penampungan air itu terdapat limbah seperti lumpur, batangan pohon yang tumbang, oli alat berat juga ada. Kalau bisa hentikan dulu proses pekerjaan Dam, kita perbaiki dulu Air dan pindahkan pipanya," ungkapnya.

Warga lainnya Jafar, menyebut pihak kontraktor telah melanggar perjanjian awal dengan warga Desa. Saat itu, proyek akan dikerjakan setelah Pipa air bersih dipindahkan sehingga tidak mencemari air minum.

"Kita mengacu pada perjanjian awal, proyek akan dikerjakan ketika air minum diselamatkan dulu. Faktanya sekarang air tersebut telah dicemari. Kami minta hentikan dulu pekerjaan untuk sementara dan kita perbaiki dulu pipanya," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan kontraktor, Muhlin., mengakui adanya kesalahan limbah yang mencemari air minum warga. Kata dia, limbah tersebut adalah hasil galian dari jalur untuk penempatan pipa air minum yang dipindahkan.

"Sebenarnya kami tengah membuat jalur pipa, karena pipa itu akan kami simpan tepat di bibir tebing. Sudah lima hari kami kerjakan dan karena limbah dari pekerjaan itu lah yang menutupi air bersih warga," ungkapnya pada warga.

Sebagai pelaksana, dia akan berkoordinasi dengan pihak kontraktor soal permintaan warga untuk menghentikan proses pekerjaan dan akan mengerjakan perbaikan air bersih. Dia memastikan akan rampung dalam tiga hari kedepan.

Sementara itu, Direktur PT Cahaya Surya Nusantara, Ruslihan yang hendak ditemui media ini, tidak berhasil ditemui. Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapatkan pernyataan resmi soal pertanggungjawaban nya. (KS-RUL)

advertisement


BAGIKAN:
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Komentar Facebook

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *