$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Arif, Pemungut Bola Juarai Porprov NTB

Siapa yang menyangka, Petenis muda Kota Bima yang meraih medali emas di ajang Porprov IX NTB, Arif Rahman dahulunya hanya pemungut bola.

Siapa yang menyangka, Petenis muda Kota Bima yang meraih medali emas di ajang Porprov IX NTB, Arif Rahman dahulunya hanya pemungut bola. Ia tampil memukau di nomor bergengsi tunggal putera, dan mempersembahkan medali emas yang tak pernah dibayangkannya selama ini.

Arif Rahman dilahirkan di Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba Kota Bima, 19 tahun lalu, tepatnya 7 September 1995. Ia terlahir dari rahim Nursalati dan almarhum Abdul Wahid. Olah raga Tenis Lapangan sudah tidak asing baginya. Sejak usia 5 tahun, Arif kecil sudah bercengkerama dengan olahraga bola bekel dengan raket ukuran raksasa yang harganya selangit itu. Tentu akrabnya dia dengan tenis lapangan, bukanlah sebagai pemain.

Saat diwawancari usai menundukan Tanto, petenis Kota Mataram di nomor single pada babak perebutan medali emas, akhir pekan lalu, menurutnya menjadi pemain pada olahraga yaang terbilang mahal dan hanya dilakoni golongan menegah keatas itu, tidaklah mudah. Disamping semua peralatan baik bola pun raket yang selangit, bermain tenis lapangan, membutuhkan keuletan dan teknik yang tinggi.

Saban hari hingga usia beranjak SMA, menjadi pemungut bola dengan mengharap belas kasih siempunya pemain tenis, selalu dilakoninya tanpa rasa malu, diolok rekan seusianya. “Kadang Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu bang,” jujurnya berbagi cerita soal upah memungut bola yang diberikan para pemain tenis tiap harinya.
Uang itu katanya, untuk jajanan di sekolah. Ala bisa karena biasa, mungkin itu pepatah yang mengena, mengumpamakan anak dari keluarga sederhana ini, menjadi pemain tenis lapangan nomor satu di Kota Bima.

Bermodal Dambalu (bahasa Bima,red) keberanian dan rasa ingin mencoba, setiap waktu istirahat para pemain, raket yang tergeletak disisi bangku pemain dekat lapangan, sesekali dicobanya. Awalnya hanya memegang saja, “Berat dan panjangnya hampir sama dengan tinggi badan saya, “katanya mengingat masa kecil saat menjadi pemungut bola.

Karena si empunya tidak keberatan, meski raket yang jarang dan tidak sembarang orang mampu membelinya, Arif yang gagal melanjutkan kuliah di Mataram, akibat keterbatasan biaya kuliah karena saat bersamaan orang tuanya dijemput Yang Maha Kuasa, sesekali mencoba mengayunkan raket di lapangan tanpa lawan disisi lainnya.

Semangat ingin mencoba dan menjadi pemain handal yang mewakili Kota tercinta terus terpatri pada dirinya. Hingga mimpi itupun jadi kenyataan.

Saat duduk dibangku SD, selalu memawakili Kota Bima baik diajang O2SN pun diajang Porseni. Prestasi terbaiknya sebelum menjadi petenis putera terbaik usia 19 Porprov NTB, menjadi juara Walikota Bima Cup. Sederet prestasi kini telah diraihnya. Terpendam hasrat menjadi petenis profesional, “Saya belum puas bang. Pingin jadi petenis profesional dan mengumpulkan poin, “ujarnya sambil menyeka peluh yang membanjiri sekujur badanya.

Tentu menjadi petenis profesional tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Kata Arif, butuh biaya dan kelengkapan olahraga yang memadai dan standar. Bayangkan raket saja sekarang harganya paling murah Rp 1 juta. “Dimana saya dapat uang segitu bang. Raket yang saya pakai saja bekas orang yang sudah tidak terpakai, yang satunnya dikasih minjam Pak Cipto (dr Sucipto), “Keluhnya sembari memperlihatkan raket yang dipakainya bermain hingga mempersembahkan medali emas buat Kota Bima ini.

Arif berharap diusianya yang masih belia, ada seseorang yang mau membina, membiayai dan mengasuhnya menjadi petenis profesional. Tanpa itu katanya, untuk mengikuti berbagai kompetisi dan kejuaraan level profesional dilintas nusantara sangatlah tidak mungkin. “Kira-kira ada yah orang yang mau jadi bapak asuh saya, “tanyanya wartawan.

Level NTB sudah diraihnya. Hasil yang diperolehnya menjadi kado istimewa buat daerah tercinta Kota Bima. “Terimakasih pada Om Fahmi (Ketua Pelti Kota Bima) Pada KONI dan Pemkot Bima, pada seluruh masyarakat Kota Bima. Medali ini buat anda semua,” tandasnya. (KS-13)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1627,Hukum Kriminal,2144,Kesehatan,387,Korupsi,753,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1275,Sosial Ekonomi,2603,
ltr
item
Koran Stabilitas: Arif, Pemungut Bola Juarai Porprov NTB
Arif, Pemungut Bola Juarai Porprov NTB
Siapa yang menyangka, Petenis muda Kota Bima yang meraih medali emas di ajang Porprov IX NTB, Arif Rahman dahulunya hanya pemungut bola.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2014/06/arif-pemungut-bola-juarai-porprov-ntb.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2014/06/arif-pemungut-bola-juarai-porprov-ntb.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy