$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Keluarga Minta Polisi Ungkap Kasus A. Salam

Pasca tewasnya Kapolsek Ambalawi IPTU. Abdul Salam di Jalan lintas Wera Sabtu lalu, piahak keluargapun angkat bicara.

Pasca tewasnya Kapolsek Ambalawi IPTU. Abdul Salam di Jalan lintas Wera Sabtu lalu, piahak keluargapun angkat bicara. Mereka meminta agar pihak Kepolisian Polres Bima Kota, segera mengungkap kasus yang membuat mantan Kaur Reskrim tersebut meninggal dunia. 

Selain meminta agar Polisi segera mengungkap kasus yang hingga saat ini masih simpang siur apa penyebab tewasya Kapolsek itu, pihak keluarga juga menyerahkan segala prosesnya pada Polisi. Sebab, bagaimana pun almarhum merupakan bagian dari isntitusi Kepolisia itu sendiri.

Anak korban yang juga Anggota Sat Reskrim Polres Bima Kota Brigadir. Joni Setiawan yang ditemui wartawan di kediamannya Senin (18/8) siang mengatakan, dalam kasus ini pihaknya akan sepenuhnya menyerahkan penanganannya pada Polisi.”Hanya saja, kasus tersebut menimpa orang tua kami sendiri,”ujarnya dengan nada sedih.

Ayah dua orang anak ini, secara tak mengungkapkan semuanya secara gamblang. Namun ia mengisyaratkan jika apa yang dirasakan oleh keluarganya saat ini, lain dirasakan juga oleh dia. Jauh di dalam lubuk hati, pihaknya tetap berharap kasus yang masih misterius ini segera terungkap.”Perasaan kita seperti saat ini, tentu seperti yang lainnya. Bagaimana ditinggalkan oleh orang tua, gimana ditinggalkan oleh seorang bapak,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Istri korban Hafsah, Spd juga mengungkapkan. Sangat terkenang dengan sosok almarhum suami tercinta yang telah menemaninya selama berpuluh-puluh tahun. Menurut Hafsah, suaminya tersebut merupakan sosok penyayang terhadap anak dan semua keluarga. Alharmum selalu berbagi, jika mendapat masalah dan disisi lain almarhum juga kerap membuat keluarga bahagia dengan mengajak bercanda, bahkan tidak pernah membuat keluarga kecewa atau sedih.”Kalau sholat diganggu sama cucunya, bapak tidak pernah marah,”kenang Hafsah.

Candaan tersebut lanjutnya, kini menjadi kenangan tersendiri baginya. Meski demikian, Hafsah mengikhlaskan kepergian almarhum. Dia menganggap peristiwa tersebut, sebagai takdir yang harus dilewati.”Saya yakin, dibalik keikhlasan akan ada hikmah dan jalan yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT,”ujarnya.

Tidak hanya dalam keluarga, korban juga baik dan supel terhadap semua orang termasuk di wilayah Ambalawi yang menjadi tempat tugasnya selama dua tahun terakhir sebagai Kapolsek. Saat peristiwa tersebut terjadi, Hafsah sedikit terharu di mana saat mendatangi Puskesmas, warga setempat keluar dan menangis khususnya ibu-ibu. Ia juga mengaku, sebelum kejadian dia memang tak mendapat firasat apa-apa. Hanya saja, saat hendak berangkat ke kantor pagi itu dia sempat menyarankan suami untuk menggunakan mobil. Namun saat itu korban menolak dengan alasan tengah buru-buru karena harus hadir di kantor tepat waktu.”Tumben hari itu dia mau naik motor,”tuturnya.

Beberapa saat kemudian, dia mendapat telepon dari aggota Kepolisian jika almarhum mendapat kecelakaan dan mengalami lecet di kaki. Saat itu juga, dia dan tiga orang anaknya berangkat ke Puskesmas Ambalawi untuk mememastikan keadaan almarhum. Sesampainya di rumah sakit, dia baru tahu jika suaminya telah meninggal.”Melihat semua orang menangis, saya langsung bilang ke anak-anak untuk bersabar,”tuturnya.

Setelah memastikan kondisi almarhum, Hafsah mendapat simpati dari seluruh warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut Hafsah sempat berkomunikasi dengan warga khususnya yang ibu-ibu untuk meminta maaf jika ada kesalahan yang dilakukan suaminya.”Tangis simpati dari warga terus mengalir hingga jenazah dibawa ke RSUD Bima,”katanya.

Sementara itu ia mengaku, pada malam hari Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Moechgiyarto berkunjung ke rumah duka. Kapolda datang untuk bersilaturahmi sekaligus menguatkan keluarga. Saat bertemu keluarga, Kapolda juga sempat meminta keluarga tabah dan sabar serta menanyakan apa yang menjadi keinginan keluarga termasuk anak-anak jika ada yang ingin menjadi anggota Kepolisian. Namun dua anak almarhum menyatakan tak ingin masuk kepolisian.”Bahkan Kapolda nanya anak saya, cita-citanya apa. Apa mau masuk Polisi, pertanyaan Kapolda NTB itu saya hanya jawab. Anak saya yang terakhir ga mau masuk Polisi,” terangnya.(KS-05)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1623,Hukum Kriminal,2143,Kesehatan,387,Korupsi,752,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1273,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Keluarga Minta Polisi Ungkap Kasus A. Salam
Keluarga Minta Polisi Ungkap Kasus A. Salam
Pasca tewasnya Kapolsek Ambalawi IPTU. Abdul Salam di Jalan lintas Wera Sabtu lalu, piahak keluargapun angkat bicara.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2014/08/keluarga-minta-polisi-ungkap-kasus-salam.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2014/08/keluarga-minta-polisi-ungkap-kasus-salam.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy