Akhir akhir ini, lembaga kepolisian Polres Bima Kota tengah mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat.
Akhir akhir ini, lembaga kepolisian Polres Bima Kota tengah mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Baik mengenai sikap dan perilaku aparat penegak hukum, hingga penegakan supremasi hukum, sedang hangat dibicarakan berbagai elemen masyarakat. Salah satu contohnya, pelaku pembacokan yang tidak pernah diproses sampai hari ini. Padahal kejadiannya sudah dua bulan yang lalu.
Hal tersebut disampaikan salah satu korban pembacokan Lutfi (36), yang merasa kecewa dengan sikap penyidik Polres Bima Kota. Dirinya menyayangkan sikap polisi yang membiarkan pelaku pembacokan berkeliaran, tanpa memprosesnya. “Saya hampir mati karena dibacok, tapi polisi tidak bersikap. Bahkan membiarkan pelaku berkeliaran,” ujarnya kesal.
Lutfi menceritakan, tanggal 20 Oktober 2014 lalu, dirinya dibacok salah satu warga Kelurahan Tanjung bernama Fendi alias Ken tepat di depan Masjid Tanjung. Dirinya mengaku tidak ada persoalan dengan pelaku sebelumnya. Bahkan pelaku baru saja diberikan baju baru oleh korban. “Tiba-tiba malam itu, saya dihadang dan langsung dibacok dari belakang,” akunya.
Setelah melaporkannya ke Polres Bima Kota, Lutfi belum pernah dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan lanjutan. Begitu juga dengan pelaku, sampai hari ini belum diperiksa polisi. Apalagi melakukan penahanan terhadap pelaku yang nyaris menghilangkan nyawanya itu. Perkembangan kasusnya pun sampai hari ini belum ada padahal sudah dua bulan dilaporkan. “Saya mau operasi lagi tangan saya, kasus itu belum ada perkembangannya,” ujarnya sampil menunjuk lengan dan perutnya yang terkena bacokan, yang ingin dioperasi kembali.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP. Wendi Oktariansyah yang dikonfirmasi Minggu (18/1) sore kemarin, mengaku belum mengetahui kasus tersebut. Dirinya menyarankan untuk hadir hari Senin (hari ini. Red) di Kantornya agar mengetahui kejelasan kasus tersebut. “Saya belum tahu juga tuh, sebaiknya ke Kantor saja besok,” sarannya kepada wartawan. (KS-02)
Hal tersebut disampaikan salah satu korban pembacokan Lutfi (36), yang merasa kecewa dengan sikap penyidik Polres Bima Kota. Dirinya menyayangkan sikap polisi yang membiarkan pelaku pembacokan berkeliaran, tanpa memprosesnya. “Saya hampir mati karena dibacok, tapi polisi tidak bersikap. Bahkan membiarkan pelaku berkeliaran,” ujarnya kesal.
Lutfi menceritakan, tanggal 20 Oktober 2014 lalu, dirinya dibacok salah satu warga Kelurahan Tanjung bernama Fendi alias Ken tepat di depan Masjid Tanjung. Dirinya mengaku tidak ada persoalan dengan pelaku sebelumnya. Bahkan pelaku baru saja diberikan baju baru oleh korban. “Tiba-tiba malam itu, saya dihadang dan langsung dibacok dari belakang,” akunya.
Setelah melaporkannya ke Polres Bima Kota, Lutfi belum pernah dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan lanjutan. Begitu juga dengan pelaku, sampai hari ini belum diperiksa polisi. Apalagi melakukan penahanan terhadap pelaku yang nyaris menghilangkan nyawanya itu. Perkembangan kasusnya pun sampai hari ini belum ada padahal sudah dua bulan dilaporkan. “Saya mau operasi lagi tangan saya, kasus itu belum ada perkembangannya,” ujarnya sampil menunjuk lengan dan perutnya yang terkena bacokan, yang ingin dioperasi kembali.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP. Wendi Oktariansyah yang dikonfirmasi Minggu (18/1) sore kemarin, mengaku belum mengetahui kasus tersebut. Dirinya menyarankan untuk hadir hari Senin (hari ini. Red) di Kantornya agar mengetahui kejelasan kasus tersebut. “Saya belum tahu juga tuh, sebaiknya ke Kantor saja besok,” sarannya kepada wartawan. (KS-02)
COMMENTS