Panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Mpunda merupakan panggung MTQ termegah dibandingkan MTQ kecamatan lainnya.
Panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Mpunda yang berdiri tegak dan kokoh di Lingkungan Tolotando RT. 03 RW. 02 Kelurahan Matakando merupakan panggung MTQ termegah dibandingkan MTQ kecamatan lainnya. Hal itu disampaikan Ketua Panitia, Drs. H. Mulyadi Sabil, Sabtu (21/2).
Menurutnya, MTQ yang menghabiskan biaya hingga Rp.76 Juta tersebut dapat terlaksana dengan sukses atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Dari total biaya Rp.100 juta yang telah dianggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima MTQ perkecamatan, Rp.76 juta untuk pelaksanaannya dan sisa kas Rp.24 juta dinilai sudah wajar.
“Tidak selamanya uang Rp. 100 juta itu dipegang semua oleh panitia pelaksana. Tapi sisanya Rp. 24 juta itu merupakan untuk kas dalam rangka menghadapi MTQ tingkat Kota Bima,” ujarnya Sabtu (21/2) malam di Tolotando.
MTQ yang dibuka Selasa (17/2) oleh Walikota Bima itu diacungi jempol oleh mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima ini. Pasalnya, dihadiri orang nomor satu di Kota Bima itu saat upacara pembukaan, didampingi Seketeris Daerah (Sekda) dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kabid dan para kasi. “Kehadiran Walikota beserta rombongannya, merupakan kebanggaan bagi kami selaku panitia dan Apabila Pemkot menghendaki agar MTQ tingkat Kota Bima digelar di Kelurahan Matakando. Kami siap membangun panggung lebih megah lagi dari panggung tingkat kecamatan ini,” lanjut Ketua LPM Matakando ini.
MTQ yang akan ditutup Minggu (22/2) malam itu, menyediakan hadia maupun uang pembinaan bagi sang juara. Seperti juara umum mendapatkan satu unit sepeda sport, juara perindividu Rp. 300 ribu plus satu unit televisi 21 inci. Untuk juara satu, Rp. 500 ribu plus satu unit jam tembok untuk juara dua. Sedangkan yang juara tiga hanya mendapatkan uang pembinaan Rp. 400 ribu saja. “Terima kasih pula kepada pimpinan SKPD dan pihak bank yang telah menyediakan hadia, baik berupa delapan unit televisi dan dua unit kulkas,” tambahnya.
Sementara Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Pemkot Bima Drs. A. Wahid menjelaskan, dari lima kecamatan yang ada di Kota Bima ini tidak ada yang diistimewahkan untuk dibesarkan nilai bantuan APBD untuk MTQ tingkat kecamatannya. Semua kecamatan mendapatkan alokasi dana Rp.100 juta. “MTQ kecamatan Asakota, Mpunda dan Raba hampir selesai, tinggal kecamatan Rasanae Timur dan Rasanae Barat saja yang belum gelar. Terkait bantuan Rp. 100 juta itu langsung masuk ke kas Camatnya masing-masing, sehingga terkait PPH/PPN (pajak) merupakan urusan di kecamatan,” ujarnya singkat saat ditemui Jum’at pagi.
Hal senada disampaikan pula Camat Mpunda Arifin, S. Sos pada wartawan ini Jum’at (20/2). Ia mengatakan, panggung MTQ Mpunda menghabiskan anggaran hingga Rp. 10 juta. Sedangkan dalam DIPA pihaknya hanya berkisar Rp. 7,5 juta saja, sehingga pihaknya tertanggal Rabu (18/2) sudah mencairkan anggaran MTQ Rp. 76 juta. (KS-04)
Menurutnya, MTQ yang menghabiskan biaya hingga Rp.76 Juta tersebut dapat terlaksana dengan sukses atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Dari total biaya Rp.100 juta yang telah dianggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima MTQ perkecamatan, Rp.76 juta untuk pelaksanaannya dan sisa kas Rp.24 juta dinilai sudah wajar.
“Tidak selamanya uang Rp. 100 juta itu dipegang semua oleh panitia pelaksana. Tapi sisanya Rp. 24 juta itu merupakan untuk kas dalam rangka menghadapi MTQ tingkat Kota Bima,” ujarnya Sabtu (21/2) malam di Tolotando.
MTQ yang dibuka Selasa (17/2) oleh Walikota Bima itu diacungi jempol oleh mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima ini. Pasalnya, dihadiri orang nomor satu di Kota Bima itu saat upacara pembukaan, didampingi Seketeris Daerah (Sekda) dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kabid dan para kasi. “Kehadiran Walikota beserta rombongannya, merupakan kebanggaan bagi kami selaku panitia dan Apabila Pemkot menghendaki agar MTQ tingkat Kota Bima digelar di Kelurahan Matakando. Kami siap membangun panggung lebih megah lagi dari panggung tingkat kecamatan ini,” lanjut Ketua LPM Matakando ini.
MTQ yang akan ditutup Minggu (22/2) malam itu, menyediakan hadia maupun uang pembinaan bagi sang juara. Seperti juara umum mendapatkan satu unit sepeda sport, juara perindividu Rp. 300 ribu plus satu unit televisi 21 inci. Untuk juara satu, Rp. 500 ribu plus satu unit jam tembok untuk juara dua. Sedangkan yang juara tiga hanya mendapatkan uang pembinaan Rp. 400 ribu saja. “Terima kasih pula kepada pimpinan SKPD dan pihak bank yang telah menyediakan hadia, baik berupa delapan unit televisi dan dua unit kulkas,” tambahnya.
Sementara Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Pemkot Bima Drs. A. Wahid menjelaskan, dari lima kecamatan yang ada di Kota Bima ini tidak ada yang diistimewahkan untuk dibesarkan nilai bantuan APBD untuk MTQ tingkat kecamatannya. Semua kecamatan mendapatkan alokasi dana Rp.100 juta. “MTQ kecamatan Asakota, Mpunda dan Raba hampir selesai, tinggal kecamatan Rasanae Timur dan Rasanae Barat saja yang belum gelar. Terkait bantuan Rp. 100 juta itu langsung masuk ke kas Camatnya masing-masing, sehingga terkait PPH/PPN (pajak) merupakan urusan di kecamatan,” ujarnya singkat saat ditemui Jum’at pagi.
Hal senada disampaikan pula Camat Mpunda Arifin, S. Sos pada wartawan ini Jum’at (20/2). Ia mengatakan, panggung MTQ Mpunda menghabiskan anggaran hingga Rp. 10 juta. Sedangkan dalam DIPA pihaknya hanya berkisar Rp. 7,5 juta saja, sehingga pihaknya tertanggal Rabu (18/2) sudah mencairkan anggaran MTQ Rp. 76 juta. (KS-04)
COMMENTS