$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Perekrutan Tenaga Kerja Dikes Terindikasi Pungli

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima diterpa dugaan pungutan liar (pungli) pada perekrut 22 tenaga sukarela di Puskesmas Monta

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima diterpa dugaan pungutan liar (pungli) pada perekrut 22 tenaga sukarela di Puskesmas Monta. Modusnya, sebelum tes berlangsung para peserta diduga dimintai uang Rp.4 Juta hingga Rp.7 Juta per-orang oleh oknum tim seleksi perekrutan tenaga dimaksud. Indikasi kejahatan itu dilakukan secara profesional,sistimatis karena melibatkan lebih dari satu pelaku.

Ilustrasi Pungutan Liar
Ilustrasi Pungutan Liar (Pungli)

Dugaan perkaya diri dan atau kelompok tertentu terungkap dugaan keterlibatan beberapa oknum yang mengabdikan diri di Dikes. Diantaranya, Ruslan Kepala Postu Desa Sondo Kecamatan Monta, Dewi Koordinator Bidan Puskesmas Montaa, Iwan Kepala Tata Usaha Puskesmas Monta, dan Amir penjaga kebun Bupati Bima diduga bertindak sebagai kurir untuk mencari sekaligus meminta uang pada korban. Bagaimana modus dugaan kejahatan yang mengorbankan Rp.4 Juta hingga Rp.7 juta milik para korban, berikut pengakuan korban kepada Koran Stabilitas.

Salah seorang orang tua korban, Anwar warga RT 05 RW 03 Desa Tente Kecamatan Woha kepada Koran Stabilitas Sabtu (11/4) dirumahnya menceritakan, penyerahan uang jutaan rupiah dilakukan di rumahnya yang berlokasi di Pasar Tente pada Bulan Februari 2015. Namun katanya, bukan diserahkan saat kali pertama dua pelaku bertandang ke kediaman korban. Namun, pada kunjungan kedua.

"Awalnya yang mendatangi saya yakni Amir penjaga kebun Bupati Bima, baru kemudian disusul Ruslan Kepala Postu Desa Sondo Monta. Tapi, saat itu saya dan istri tidak serahkan uang ke mereka. Uang Rp. 4 Juta baru kami serahkan saat mereka bertandang untuk kedua kalinya. Itupun, uang yang saya pinjam kiri kanan. Mengingat,didesak agar uang itu harus ada saat itu juga," ujar orang tua korban dugaan pungli.

Tetapi lanjutnya, yang menerima uang itu bukan Ruslan PNS Dikes, melainkan rekanya Amir selaku penjaga kebun Bupati. Karena saat transaksi uang berlangsung hanya ada dirinya bersama istri tercinta dan yang bersangkutan. Untuk memperoleh kejelasan kemana, dimanfaatkan untuk apa dan diterima oleh siapa saja, korban melakukan komunikasi via ponsel dengan Ruslan. Hasilnya, oknum PNS itu mengaku telah menerima uang yang diberikan korban lewat Amir."Saat saya telpon, Ruslan mengaku sudah terima uang dari Amir. Saya pun bersyukur, karena duit itu demi masa depan anak saya," tandasnya.

Korban juga membeberkan, uang yang dihabiskan untuk perjuangan nasib anaknya bukan hanya Rp.4 Juta. Tapi,hingga mencapai Rp.5 Juta. Masalahnya, ada beberapa kali uang senilai ratusan ribu yang dimintai penjaga kebun Bupati di Oi Ni,u tersebut. Sehingga, kalau ditotalkan bisa mencapai angka sekian."Rp.4 juta itu baru yang kami kasih secara utuh. Belum uang ratusan ribu yang diminta secara bertahap oleh Amir," akunya.

Perasaan kecewa bercampur kesal dirasakan korban akibat kejadian itu, terlihat jelas pada orang tua korban. Apalagi, uang itu hasil pinjaman yang harus dikembalikan pada pemiliknya. Belum lagi, korban tenaga juga pikiran lantaran perjuangan demi masa depan anaknya tidak sesuai harapan. Atas tindakan pelaku, korban berharap uang yang sudah melayang untuk dikembalikan dalam waktu secepatnya.

"Tuntutan saya segera kembalikan uang itu,karena uang itu bukan milik kami, tapi hasil pinjaman. Kecewa she, saya rasa siapapun yang mengalami hal serupa sudah pasti kecewa. Namun yang saya minta sekarang segera kembalikan uang itu," pintanya.

Kepala Postu Sondo Monta Dalam, Ruslan yang disebut-sebut ikut menikmati uang dugaan pungli tersebut tidak berhasil ditemui. Sementara, koordinator Bidan Puskesmas Monta, Dewi Hasna A.Md .Keb. Sabtu (11/4) di salah satu rumah warga yang berlokasi sebelah Selataan Puskesmas tersebut, secara tegas membantah dugaan pungli dalam perekrutan tenaga sukarela tersebut. Dalihnya, seleksi dalam kaitan itu berlangsung sesuai mekanisme dan kemampuan masing-masing peserta.

"Kami menentukan kelulusan sesuai kemampuan para peserta, dari 22 orang yang ikut hanya 1 yang tidak lulus. Jadi, yang lulus seleksi sekaligus mengikuti masa oreantasi cuman 21 orang. Intinya saya tegaskan tidak pungutan uang dalam perekrutan tersebut," bantahnya.

Soal penyebutan nama dirinya yang juga diduga melakukan pungutan dalam perekrutan itu, Dewi yang juga salah satu Tim penentu kelulusan seleksi kembali mengelak. Alasannya, tuduhan itu tidak mendasar, bahkan dianggap bernuansa politis. Namun, koordinator itu tak menampik jika ada 11 orang yang ia uji. Sementara, sisanya di tes oleh Iwan Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas setempat."Memang ada 11 orang yang saya tes dan lulus semua. Tapi kalau dituduh menarik uang pada mereka (peserta), saya tegaskan itu tidak benar, itu fitnah dan terlalu dipolotisir," elaknya.

Kalaupun ada yang menyampaikan informasi keterlibatan dirinya dalam praktek tidak terpuji itu. Baginya, hal itu sama sekali tak sesuai dengan fakta sesunggunya. Bahkan, ia menantang untuk duduk bersama dengan korban, termasuk kepala postu (Ruslan red). Sehingga, dapat diungkap siapa sebenarnya pelaku dugaan pungli tersebut."Kalau benar saya melakukan hal itu, mari kita duduk bersama dengan korban juga Ruslan. Karena sejujurnya, informasi itu telah merusak nama baik saya, saya malu," kilahnya.

Pada kesempatan itu, Dewi juga menjelaskan penarikan uang Administrasi Pendaftaran seleksi tanpa perintah dari Dikes sebesar Rp.250 ribu per-peserta. Tapi, belum semua terkumpul, karena baru sebagian yang sudah membayar administrasi dimaksud. "Masing-masing peserta tes hanya dikenakan uang administrasi Rp.250 ribu, selebihnya tidak ada. Soal tidak ada instruksi Dikes dalam perekrutan itu memang benar adanya, tapi perekrutan tenaga kesehatan itu atas dasar kebutuhan Puskesmas dan sejumlah postu di Monta," terangnya.

Secara terpisah, Kabag Kepegawaian Dikes Kabupaten Bima, Rifaid, MM yang dikonfirmasi, Minggu (12/4) mengaku sudah memanggil oknum yang diindikasi terlibat dalam kasus dugaan pungli tersebut. Hasilnya kata dia, laporan yang disampaikan korban sebagian benar dan sebagian tidak. “Dugaan itu ada yang benar, ada juga yang tidak. Tapi lebih jelasnya silahkan konfirmasi langsung pada Kepala Puskesmas Monta,” sarannya. (KS-09)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1627,Hukum Kriminal,2144,Kesehatan,387,Korupsi,753,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1275,Sosial Ekonomi,2604,
ltr
item
Koran Stabilitas: Perekrutan Tenaga Kerja Dikes Terindikasi Pungli
Perekrutan Tenaga Kerja Dikes Terindikasi Pungli
Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima diterpa dugaan pungutan liar (pungli) pada perekrut 22 tenaga sukarela di Puskesmas Monta
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcDIN0o8zsY01k8gbI2VdW_EkRKDTPFOowEplBC2rU5Zho63MMf1pxal4rhjjdo5pYqhk8Wra3hXu8G359Vss1lpMQ3L4JxNrokFdfDxW_SwzWsHBkIhHELyVlZWt8GndPkAlIgjeP_WH4/s1600/Lahan_Korupsi_Dikpora.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcDIN0o8zsY01k8gbI2VdW_EkRKDTPFOowEplBC2rU5Zho63MMf1pxal4rhjjdo5pYqhk8Wra3hXu8G359Vss1lpMQ3L4JxNrokFdfDxW_SwzWsHBkIhHELyVlZWt8GndPkAlIgjeP_WH4/s72-c/Lahan_Korupsi_Dikpora.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2015/04/perekrutan-tenaga-kerja-dikes.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2015/04/perekrutan-tenaga-kerja-dikes.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy