$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home


Dinsos Gelar Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak

Program Pengurangan Pekerja Anak guna mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) Tahun 2015 digelar di Hotel La Ila oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

Kota Bima, KS.- Program Pengurangan Pekerja Anak guna mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) Tahun 2015 digelar di Hotel La Ila oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Sebanyak 60 orang anak dari 700 orang anak yang terdata dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) mengikuti kegiatan ini. Pekerja anak-anak yang seharusnya masih mengenyam pendidikan itu telah di berikan bimbingan dan pendidikan oleh para pendamping dan tutor yang memiliki keahlian dalam memotivasi anak.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Asisten III Setda Kota Bima Drs. Suriadi, M.Pd. Acara ini pula dihadiri oleh perwakilan Kapolresta Bima yang juga akan bertindak selaku narasumber atau tutor. Anak-anak yang telah dibimbing akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) untuk dikembalikan ke bangku sekolah.

“Selama ini Pekerja Sosial Masyarakat dipercaya di Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Trasmigrasi (Disnakersostarns) Kota Bima untuk melakukan pendampingan terhadap pekerja anak. Saat ini baru 60 anak yang direkrut dari 700-an anak putus sekolah di Kota Bima,” ujar Kepala Dinsosnakertrans, Drs. H. Muhidin.

Dijelaskannya, program PPA-PKH adalah program prioritas Nasional yang teruang dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang bertujuan untuk menarik anak-anak yang terpaksa bekerja, padahal seharusnya masih mengenyam pendidikan. Mereka terpaksa bekerja karena ketidakmampuan ekonomi keluarganya. Melalui program yang digulirkan, Pemerintah menaruh perhatian kepada anak-anak putus sekolah agar mereka mau kembali ke bangku sekolah.

Pekerja anak-anak itu ditarik untuk diberikan pendampingan sehingga mereka termotivasi untuk kembali ke sekolah. Sejauh ini faktor utama yang menjadi penyebab anak-anak usia sekolah bekerja, sebagian besar karena faktor kemiskinan. Oleh karena itu, jelas Muhidin, program PPA-PKH dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan. Dinas Tenaga Kerja diberikan tugas untuk menarik anak-anak dari tempat kerjanya untuk diberikan pendampingan sampai mereka mau kembali ke sekolah.

Sedangkan Dinas Pendidikan memfasilitasi mereka masuk ke sekolah, baik di sekolah formal, maupun paket kesetaraan, ataupun difasilitasi melalui pelatihan keterampilan di BLK (Balai Latihan Kerja) milik Pemerintah ataupun BLK milik Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dalam arahan Walikota Bima yang disampaikan oleh Asisten III Setda Kota Bima Drs. Suriadi, M.Pd mengatakan, bahwa untuk mendukung keberhasilan program ini semua elemen yang terlibat harus mempunyai komitmen kuat untuk menarik pekerja anak-anak yang telah terdata. Selain itu, peran Dinsosnakertrans harus mempu menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan mengenai kemampuan Dinas Pendidikan untuk menampung anak-anak putus sekolah tersebut dan sesegera mungkin memfasilitasi anak-anak putus sekolah dimasukan kembali Sekolah ataupun dimasukan melalui program kesetaraan. “Jadi 60 anak yang telah dibimbing para tutor dan pendamping harus kembali ke sekolah,” pinta Suriadi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Asisten III, program PPA-PKH ini pula dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai instansi, antara lain Dinas Sosial, Dinas Dikpora, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Kepolisian, dan LSM. Lebih dari itu, hal ini juga merupakan pemenuhan hak asasi anak-anak, yaitu hak untuk bermain, hak untuk bersekolah, dan hak untuk memperoleh kasih sayang.

Kondisi yang dilematis yakni kemiskinan yang tidak mengenal umur sehingga membawa anak-anak yang lahir dari keluarga miskin biasanya tidak punya pilihan lain selain ikut orang tuanya mencari nafkah. Namun di sisi lain, hal ini sangat memprihatinkan karena anak tersebut telah dirampas haknya.

“Melalui program ini, semoga kita temukan solusinya. Tidak hanya solusi jangka pendek untuk mengembalikan sang anak ke bangku ssekolah. Yang lebih penting adalah mencari solusi jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan. Saya sungguh berharap berbagai instansi terkait yang terlibat dalam program ini berupaya sungguh-sungguh. Kata kuncinya adalah bersungguh-sungguh,” papar Suriadi. (KS-13)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1619,Hukum Kriminal,2143,Kesehatan,387,Korupsi,751,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1270,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Dinsos Gelar Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak
Dinsos Gelar Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak
Program Pengurangan Pekerja Anak guna mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) Tahun 2015 digelar di Hotel La Ila oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2015/06/dinsos-gelar-kegiatan-pengurangan.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2015/06/dinsos-gelar-kegiatan-pengurangan.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy