Demi kepentingan penyelidikan untuk mengusut kasus pengerusakan dan pembakaran Kantor PDI Perjuangan yang tejadi beberapa hari di Desa Sanolo Kecamatan Bolo
Bima, KS.- Demi kepentingan penyelidikan untuk mengusut kasus pengerusakan dan pembakaran Kantor PDI Perjuangan yang tejadi beberapa hari di Desa Sanolo Kecamatan Bolo, Kepolisian memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Gatut Kurniadin yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan, proses penyelidikan atas kasus tindakan pidana pengerusakan terhadap Kantor PDI Perjuangan Kabupaten Bima NTB tetap akan diproses sesuai aturan hukum berlaku.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan agar mengetahui pokok masalah yang sebenarnya. Sedikitnya sudah sekitar enam saksi yang dipanggil dan akan ditambah lagi demi mengumpulkan bukti kuat. “Dengan demikian, masalah inti sebagai pemicu juga akan akan terarah,” jelas Kapolres.
Salah satu saksi yang dipanggil yakni Jufri H Ahmad, warga Desa Sanolo yang juga Pegawai Pemerintah Desa Sanolo pada Jum’at (3/7) pagi lalu. Saat dikonfirmasi, Jufri atau akrab disapa Piter ini membenarkan telah menerima surat panggilan tersebut. Namun, Ia merasa bingung atas dasar apa pihak Kepolisian memanggilnya.
Padahal, saat kejadian justru Apara Polsek Bolo yang lebih awal berada di lokasi kejadian dibandingkan dirinya. Saat dirinya di lokasi, sudah melihat semua pengamanan Kepolisian disiagakan usai kejadian. “Bukan saya saja yang hadir pada saat itu sejumlah wartawan juga ada dilokasi memantau situasi kejadian,” akunya.
Meski begitu, Ia berharap Kepolisian segera menahan Anggota DPRD Kabupaten Bima, Nurdin Amin karena bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut. Tanpa adanya pemicu pesta minuman keras dan hiburan musik, tidak mungkin ada reaksi dari masyarakat. Apalagi, acara digelar pada bulan suci ramadhan dan telah mengganggu kenyamanan orang yang beribadah. (KS-11)
Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Gatut Kurniadin yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan, proses penyelidikan atas kasus tindakan pidana pengerusakan terhadap Kantor PDI Perjuangan Kabupaten Bima NTB tetap akan diproses sesuai aturan hukum berlaku.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan agar mengetahui pokok masalah yang sebenarnya. Sedikitnya sudah sekitar enam saksi yang dipanggil dan akan ditambah lagi demi mengumpulkan bukti kuat. “Dengan demikian, masalah inti sebagai pemicu juga akan akan terarah,” jelas Kapolres.
Salah satu saksi yang dipanggil yakni Jufri H Ahmad, warga Desa Sanolo yang juga Pegawai Pemerintah Desa Sanolo pada Jum’at (3/7) pagi lalu. Saat dikonfirmasi, Jufri atau akrab disapa Piter ini membenarkan telah menerima surat panggilan tersebut. Namun, Ia merasa bingung atas dasar apa pihak Kepolisian memanggilnya.
Padahal, saat kejadian justru Apara Polsek Bolo yang lebih awal berada di lokasi kejadian dibandingkan dirinya. Saat dirinya di lokasi, sudah melihat semua pengamanan Kepolisian disiagakan usai kejadian. “Bukan saya saja yang hadir pada saat itu sejumlah wartawan juga ada dilokasi memantau situasi kejadian,” akunya.
Meski begitu, Ia berharap Kepolisian segera menahan Anggota DPRD Kabupaten Bima, Nurdin Amin karena bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut. Tanpa adanya pemicu pesta minuman keras dan hiburan musik, tidak mungkin ada reaksi dari masyarakat. Apalagi, acara digelar pada bulan suci ramadhan dan telah mengganggu kenyamanan orang yang beribadah. (KS-11)
COMMENTS