$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Petani Masih Minim dengang Sistim Jarwo

Seperti dengan temuan penanaman sistim Jajar Legowo (Jarwo) untuk tanaman padi dilahan basah atau persawahan, yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah.

Kota Bima, KS.- Sering dengan menungkiatnya pertumbuhan penduduk dan semakin megecilnya lahan pertanian, menggugah pera peneliti khususnya dibidang pertanian untuk semakin berkiprah. Meskipun dengan lahan yang minim tetapi hasil produksinya meningkat. Seperti dengan temuan penanaman sistim Jajar Legowo (Jarwo) untuk tanaman padi dilahan basah atau persawahan, yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah.

Namun hal tersebut terkendala dengan masih minimnya pemahaman petani tentang sistim tersebut, karena petani baik yang ada di Kabupaten dan Kota Bima khususnya dan NTB khususnya, masih mengandalkan cara cara tradisional dalam bercocok tanam. “harus diakui para petani kita saat ini belum sepenuhnya paham tentang bagaimana manfaat dan efektifnya sistim Jarwo tersebut, sehingga perlu kerja keras baik dinas pertanian lebih lebih para penyuluh yang bersentuhan langsuang dengan para petani dilapangan,”ungkap Kabis Pertanian dan tanaman Pangan Ridwan,Sp belum lama ini, saat memantau kegiatan petani di Kelurahan Jataiwangi.

Menurutnya, alasan mendasar yang sering mengemuka terhadapa sistim Jajar Legowo tersebut, karena para petani menganggap akan membuang mbuang lahan, karena sistim tersebut lebih banyak pematang atau jalurnya dank arena harus memiliki jajar pinggir yang banyak, sehingga banyak lahan yang dianggap kosong dengan menggunakan sistim tersebut. “Ini pemahaman yang keliru, padahal dengan sistim Legowo, tanaman khususnya padi akan semakin subur dan menghasilkan produksi yang lebih dari sistim tradisional, bahkan peningkatannya bisa dua kali lipat dan ini telah terbukti dengan sejumlah percobaan yang dilakukan,”tuturnya.

Selain itu kata dia, jajar Legowonya dapat dibuat setelah menaman dilakukan, misalnya saat petani menabur benih dengan jumlah kebutuhan penanaman tradisional. Setelah penanaman secara keseluruhan lahan sawah yang ada, baru dibuatkan jajarnya atau jalur pinggirnya dengan memindahkan tanaman untuk dibuatkan jajar legowonya. “Dengan demikian, benih yang ditabur sebelum penamanan itu akan masuk semua, dan tidak mengurangi lahan, hanya saja sistim ini adalah memperbanyak jalur pinggir dengan nama Jajar Legowo yang disingkat Jarwo,”jelasnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Jatiwangi Anton, yang dimintai keterangannya juga mengakui masih minimnya pemahaman petani dengan sistim Legowo tersebut, namun untuk membuktikan keunggulangan sistim Jarwo, di Kelurahan Jatiwangi, tepatnya dilahan pertanian Kelompokj Tani La Cici, terdapat lahan Demlpot atau percontohan seluas 15 hektar, yang dikawal langsung oleh Babinsa Kelurahan Jatiwangi. “ Alhamdulillah musim tanam 1 (MH 1) tahun 2016 ini, kita mendapat Demplot seluas 15 hektar, dan ini merupakan salah satu media dan wahana untuk memperkenalkan sistim Jarwo ke para petani di Jatiwangi dan mudah mudahan dapat diikuti oleh seluruh petani yang ada di Kota Bima,”harapnya.

Anton juga menjelaskan berbagai keunggulan dengan penerapan sistim Jarwo tersebut, selain hasil prosuksinya yang meningkat, juga mempermudah para petani dalam melakukan pemeriliharan dan perawatan, seperti pemupukan, penyemprotan dan juga panen. “Kita dilapangan secara perlahan lahan memberikan pengertian kepada para petani, baik itu keunggulannya maupun kemudahannya. Dan harus diakui merubah kebiasaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan ini memerlukan proses,”ujarnya didampingi Babinsa kelurahan Jatiwangi Serda Dahlan. (KS-09)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1625,Hukum Kriminal,2144,Kesehatan,387,Korupsi,753,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1274,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Petani Masih Minim dengang Sistim Jarwo
Petani Masih Minim dengang Sistim Jarwo
Seperti dengan temuan penanaman sistim Jajar Legowo (Jarwo) untuk tanaman padi dilahan basah atau persawahan, yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2016/01/petani-masih-minim-dengang-sistim-jarwo.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2016/01/petani-masih-minim-dengang-sistim-jarwo.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy