$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Dana Aspirasi Dewan, Bencana Bagi Rakyat

Bima, KS.- “Dana aspirasi” siapa yang kenyang dan siapa yang beruntung. Inilah nafas keprihatinan kasus dana aspirasi yang merupakan bencan...

Bima, KS.- “Dana aspirasi” siapa yang kenyang dan siapa yang beruntung. Inilah nafas keprihatinan kasus dana aspirasi yang merupakan bencana dan tanggungjawab persengkokolan jahat para tengkulak-tengkulak yang menggunakan kekuasaannya, yakni para wakil rakyat terhormat yang saat ini tengah duduk manis di kursi empuk lembaga Legislatif DPRD Kabupaten Bima,” kata Ustaz Abdullah Ahmad Kalate melalui pres releasenya, Kamis (18/8).

Tokoh yang diakui vokal di Bima asal Desa Kalampa Kecamatan Woha ini menjelaskan, jika mengacu pada UU nomor 28 Tahun 1999 pasal 8 ayat 1 huruf a, b dan c menyatakan, peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan Negara merupakan, hak dan tanggungjawab masyarakat untuk ikut mewujudkan penyelenggaraan Negara yang bersih dan berwibawa. Namun faktanya sekarang, harapan dan impian masyarakat tak bisa terwujud, lantaran para wakil rakyat yang dipercaya sebagai penyambung lidah, justeru melakukan kejahatan yang sistematis, merampas uang rakyat dengan cara jahatnya.

“Dunia reformasi tak lagi ternilai. Sebaliknya yang terlihat di depan mata saat sekarang adalah terjadinya degradasi moral para wakil rakyat. Tak lagi memiliki akhlak, karena pikirannya telah didominasi oleh kerakusan akibat kepentingan mendesak “Ver Epmesen”, mengambil kata putus SAH dan mengikat SUKSES,” urainya.

Lebih tegas dikatakannya, bencana dana aspirasi justeru menguatnya persengkokolan jahat para oknum Anggota dewan yang menggunakan kekuasaannya. Sementara rakyat berkubang dengan berbagai lumpur kenyataan yang super sulit, super menderita. Ini terjadi karena partai politik meletakan rakyat sebagai kontituen yang pasif dan bisu, dimana biasa dimanfaatkan setiap pemilu pilkada.

“Rakyat sekarang tidak lagi diberi hak atau menagih komitmen. Karena secara luas, Negara RI sekarang telah menjelma menjadi pasar bebas, dimana rakyat cenderung dibiarkan bertarung sendiri tampa modal dan proteksi melawan kapitalisme global yang sakti mantraguna,” paparnya.

Parahnya lagi kata Dola Kalate, rakyat sekarang seperti hidup dalam kondisi “luka parah”, akibat dihajar kebutuhan hidup, biaya tinggi, peluang untuk mencari penghasilan begitu sulit, sehingga berakibat hilangnya harapan.”Wakil rakyat yang diharapkan menjadi tumpuan harapan untuk menyapaikan aspirasi, tak lagi berpihak. Bahkan saat ini, wakil rakyat kita semakin jahat, merampok dan merampas uang rakyat dengan mengatasnamakan rakyat, salah satu dari cara “merampok” secara intelektual dengan memprogramkan sebuah kegiatan berupa kegiatan dana aspirasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Dola Kalate juga menyorot soal sikap dan perilaku para politisi di masing-masing parpol. Terkesan, parpol sekarang telah lama menjelma menjadi semacam perusahaan seperti perseroan terbatas atau korporasi yang menjual jasa bagi siapa saja yang berduit, untuk menjadi Bupati/Walikota, Gubernur dan lainnya.”Bagi wakil rakyat dan parpol, bahwa jual beli dukungan untuk meraih kekuasaan jauh lebih penting dibanding memperjuangkan nasib juragan mereka. Rakyat sekarang hanya berkedudukan untuk wajib disapa menjelang pemilu, setelah itu rakyat dipersilahkan berjuang sendiri untuk bertahan hidup,”urainya serius.

Lanjutnya, masyarakat sekarang masih harus memikul beban nasib buruk, karena inkosistansi para aktor kekuasaan. Rakyat selalu hanya dihadirkan sebagai penonton dalam pementasan besar teater kekuasaan. Atau rakyat hanya bisa berdiri membeku dipinggir pagar dan memandang pesta pora kekuasaan yang berlangsung dari rezim ke rezim, selebihnya rakyat akan kembali ke rumah- rumah sunyi miliknya.

“Kasihan rakyat kita sekarang, harus bertarung melawan persoalan-persoalan ekonomi sosial dan budaya yang pelik dan keras. Jaminan makan kenyang hanya dibayangkan, jaminan kesehatan hanya menjadi dongeng murahan pelipur lara. Jaminan pekerjaanpun ibarat gelembung sabun y7ang melayang di udara, kemudian pecah. Jaminan pendidikan pun yang layak hanya menjadi slogan yang gagah, bima ramah hanya menghiasi spanduk dan baliho,”pungkasnya.

Diakhir pernyataannya, Dola Kalate mengungkapkan, bahwa alokasi dana aspirasi merupakan bencana bagi rakyat. Karena pengalokasian dana itu semata-mata untuk memenuhi kepentingan kebutuhan ekonomi para wakil rakyat sekarang.”Mencatut nama rakyat telah menjadi budaya bagi wakil rakyat, demi memenuhi hasrat sesaatnya,”tandasnya.

Bagaimana tanggapan para wakil rakyat di Kabupaten Bima atas pernyataan Dola Kalate tersebut ?. Sebelumnya, Samsul duta Partai Demokrat menegaskan, bahwa dana aspirasi semata-mata untuk kepentingan rakyat.”Kami tidak mengambil uang tunai dari dana aspirasi itu, melaingkan program kegiatan nyata untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Yang jelas, dana aspirasi, itu dana terarah untuk memenuhi kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi anggota dewan,”jelasnya.(KS-001)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1626,Hukum Kriminal,2144,Kesehatan,387,Korupsi,753,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1274,Sosial Ekonomi,2603,
ltr
item
Koran Stabilitas: Dana Aspirasi Dewan, Bencana Bagi Rakyat
Dana Aspirasi Dewan, Bencana Bagi Rakyat
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2016/08/dana-aspirasi-dewan-bencana-bagi-rakyat.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2016/08/dana-aspirasi-dewan-bencana-bagi-rakyat.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy