$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Indonesia Nyaris Terkena Kebijakan”GILA” D’Trump: Presiden AS Ganggu Upaya Dunia Perang Melawan Terorisme

JAKARTA, KS.-  Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, larangan imigrasi yang dikeluarkan Presiden AS akan mengganggu perang melawan ...

JAKARTA, KS.-  Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, larangan imigrasi yang dikeluarkan Presiden AS akan mengganggu perang melawan terorisme dan penanganan pengungsi.

Sejumlah pendemo anti Presiden AS, Donald Trump, menolak kebijakan yang dinilai diskriminasi dan kontrofersial tersebut marak di sejumlah Negara. (Foto dok : AP Photo)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan prihatin dengan larangan imigrasi Amerika Serikat yang diperintahkan presiden Donald Trump karena hal itu akan berdampak negatif pada upaya memerangi radikalisme dan terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan hari senen, lalu, meski kebijakan itu adalah hak kedaulatan AS, namun Indonesia, yang sekalipun tidak terkena dampak langsung, "sangat menyesalkan" langkah itu dan percaya, hal ini akan memiliki "dampak negatif pada upaya global memerangi terorisme" dan penanganan pengungsi.

"Upaya untuk memerangi terorisme harus dilakukan dengan mempromosikan kerjasama internasional, termasuk dalam mengatasi akar penyebab terorisme," katanya. Dia menambahkan: "Sangat salah mengaitkan terorisme dan radikalisme dengan agama tertentu."

Presiden Donald Trump hari Jumat (27/1/2017) menandatangani perintah larangan perjalanan bagi warga dari 7 negara. (Foto dok : AP Photo)

Presiden Trump hari Jumat lalu ((27/1/2017), baru lalu, menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan perjalanan ke AS selama 90 hari kepada warga dari tujuh negara, yaitu Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman, dan pembekuan program pengungsi AS selama 120 hari. Warga Suriah sama sekali dilarang memasuki AS.

Perintah itu sempat menimbulkan situasi kacau di bandara AS pada akhir pekan. Berbagai kelompok di AS menggelar aksi protes atas kebijakan tersebut.

Kedutaan Indonesia di Washington meminta warga Indonesia di AS agar tetap berhati-hati. Warga Indonesia juga diminta agar mempelajari hak-hak mereka sesuai Peraturan Kebebasan Sipil Amerika Serikat (ACLU). Warga diimbau menghubungi kantor konsulat terdekat jika terjadi sesuatu terkait dengan kebijakan baru ini.

Aksi protes terhadap larangan imigrasi Trump dilancarkan di berbagai kota dan bandara di AS. Sejumlah pendemo anti Presiden AS, Donald Trump, menolak kebijakan yang dinilai diskriminasi dan kontrofersial tersebut marak di sejumlah Negara. (Foto dok : AP Photo)

Di Asia, harga saham melorot karena ketidakpastian atas larangan imigrasi yang diberlakukan pemerintah AS dan munculnya aksi protes luas. Stephen Innes, pedagang saham senior di Oanda, menulis dalam sebuah komentar:

"Meningkatnya potensi kerusuhan sipil akan menjadi perhatian investor, dan dengan kurangnya kejelasan mengenai kebijakan ekonomi ke depan."

Dia selanjutnya menulis, investor akan bersikap menunggu, sampai mereka dapat membaca langkah-langkah berikut yang akan dijalankan Trump dan apa dampak geopolitiknya."

Dari Obama ke Trump Orang Nomor Satu di AS:Donald Trump, akhirnya resmi menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat menggantikan Barack Obama. Foto ini saat keduanya sedang ucapkan selamat atas kepemimpinan di antara mereka pada suatu kesempatan. (foto dok:Reuters)

Dihujani Protes, Pemerintahan Trump Kukuh Berlakukan Larangan Imigrasi

Meski dihantam aksi protes, pemerintahan Donald Trump tetap memberlakukan larangan masuknya warga dari tujuh negara Muslim ke Amerika Serikat, dalam 90 hari ke depan.

Terlihat para kaum wanita muslim bersujud : Puluhan ribu orang di seluruh AS memprotes aturan imigrasi Presiden AS Donald Trump. Di Battery Park, New York, Senator Demokrat Charles Schumer dari mengatakan di hadapan kerumunan 10.000 orang bahwa aturan imigrasi yang diberlakukan Trump berlawanan dengan nilai-nilai negara. (foto dok:Reuters)

Di Washington, ribuan berunjuk rasa di Lafayette Square dekat Gedung Putih hari Minggu (29/01). Mereka berteriak: "Tidak boleh ada kebencian, tidak boleh ada rasa takut, pengungsi diterima di sini" Sejumlah pengunjuk rasa meninggalkan area Gedung Putih dan berbaris di sepanjang Pennsylvania Avenue, berhenti di Trump International Hotel dan berteriak: "Memalukan, memalukan, memalukan!" teriak masyarakat dalam orasinya. (Fath/KS.com)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Featured,1146,Hukum Kriminal,1797,Kesehatan,227,Korupsi,618,Olahraga,148,Opini,48,Pemerintahan,1293,Pendidikan,714,Politik,1013,Sosial Ekonomi,2268,
ltr
item
Koran Stabilitas: Indonesia Nyaris Terkena Kebijakan”GILA” D’Trump: Presiden AS Ganggu Upaya Dunia Perang Melawan Terorisme
Indonesia Nyaris Terkena Kebijakan”GILA” D’Trump: Presiden AS Ganggu Upaya Dunia Perang Melawan Terorisme
https://1.bp.blogspot.com/-xbYqjTckHiI/WKXIBKVaBLI/AAAAAAAAABY/ICXS-8xK2HM25oXoGlWMSAYs0OgAIxoIgCLcB/s640/Anti-Trump%2B1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xbYqjTckHiI/WKXIBKVaBLI/AAAAAAAAABY/ICXS-8xK2HM25oXoGlWMSAYs0OgAIxoIgCLcB/s72-c/Anti-Trump%2B1.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2017/02/indonesia-nyaris-terkena-kebijakangila.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2017/02/indonesia-nyaris-terkena-kebijakangila.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy