$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Inilah Perjalanan Karier Dan Sepak Terjang Patrialis Akbar Berakhir Buruk

JAKARTA, KS.- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, ada 11 orang yang diamankan lembaganya dalam operasi tangkap tangan (OTT), ...


JAKARTA, KS.- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, ada 11 orang yang diamankan lembaganya dalam operasi tangkap tangan (OTT), termasuk Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar, Penangkapan terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Terdapat indikasi pemberian hadiah atau janji terkait pengujian undang-undang yang diajukan pihak tertentu ke MK (Mahkamah Konstitusi),” kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan di Jakarta.

Basaria menolak menjelaskan lebih lanjut uji materi UU Ternak tersebut. Menurutnya, pemeriksaan intensif terhadap 11 orang yang ditangkap sedang dilakukan secara intensif.

Karier Patrialis Akbar boleh dibilang moncer sepanjang hidupnya. Pria berdarah Minang itu setidaknya pernah menduduki posisi di tiga cabang kekuasaan Negara ini, yakni legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Dibesarkan oleh keluarga veteran, Patrialis sejak kecil diajarkan hidup berkecukupan dengan membantu usaha yang dijalankan ayahnya, Letda (Purn) H. Ali Akbar, di Desa Kampung Jua, Padang.

Patrialis sejak remaja cukup 'gila' dengan pendidikan. Dia mengenyam edukasi di dua tempat sekolah menengah atas sekaligus. "Saya sekolah agama pada pagi hari dan bersekolah di STM siang hari," kenang Patrialis seperti dikutip di laman resmi Mahkamah Konstitusi.

Saat itu Patrialis sudah bermimpi jadi penegak hukum. Usai lulus STM, Patrialis terbang merantau ke Jakarta berbekal 'surat keterangan anak veteran' dengan harapan bisa jadi tiket masuk kelas ekstensi Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Karier Patrialis

Nahas didapat, 'surat keterangan anak veteran' itu berakhir di tempat sampah. Sebagai gantinya, Patrialis menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta dan langsung mendapat kesempatan untuk menjadi asisten dosen filsafat hukum.

Kemampuan Patrialis sebagai pengacara mulai terasah sejak bergabung dengan lembaga kampus. Dia saat itu mulai menangani beberapa kasus. Seiring dengan berkembangnya jaringan, Patrialis juga terbilang aktif dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah.

Ketika itulah kedekatan Patrialis di dunia politik terbentuk. Setelah berkenalan dengan Amien Rais, pada 1998, Patrialis ditawarkan untuk bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi anggota DPR-RI dua periode dari daerah pemilihan Sumatra Barat (1999–2004 dan 2004–2009).

Usai satu dekade bergulat di Komisi Hukum DPR, Patrialis kembali terjun ke politik praktis dengan bergabung dalam Tim Sukses pasangan peserta pilpres 2009 Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Kontribusi dia sebagai anggota tim advokasi dan bantuan hukum di tim sukses membuat SBY mempercayakan Patrialis mengisi jabatan Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Saat menjabat Menteri Hukum dan HAM, Patrialis tegas mendukung hukuman mati bagi koruptor. Dia bahkan menyebut koruptor di Indonesia adalah pengkhianat.

Menurut Patrialis, Indonesia perlu meniru langkah China yang telah lebih dulu menerapkan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi."Undang-undang korupsinya mengatakan demikian. Masa kita masih harus berdebat soal itu," tegas Patrialis.

Pernah Pejabat Negara

Jabatan Menteri Hukum dan HAM tidak dituntaskan oleh Patrialis hingga satu masa periode kabinet. Usai mengurusi ranah legislatif dan eksekutif, Patrialis kemudian dipercaya mengisi jabatan penting di ranah yudikatif selaku hakim Mahkamah Konstitusi.

SBY menunjuk Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi dari unsur pemerintah menggantikan Hakim Achmad Sodiki yang diberhentikan karena sudah mendekati usia pensiun Hakim Konstitusi, yakni 70 tahun.

Pada 13 Agustus 2013, Patrialis mengucap sumpah bersama hakim MK Masia Farida Indrati dan Ketua MK saat itu Akil Mochtar, yang belakangan berakhir jadi pesakitan.

Bagaimanapun, pengangkatan Patrialis sebagai hakim MK bukan tanpa kritik. Kehadiran dia di MK dinilai kontroversial lantaran dianggap tidak layak dan kompeten duduk di kursi kehormatan hakim.

Selain dianggap belum berpengalaman, Patrialis dianggap riskan menurunkan marwah MK mengingat rekam jejaknya yang kental dengan kepentingan politik dan dekat dengan lingkaran penguasa di ranah eksekutif. Namun dibalik kesuksesannya berakhir dengan keburukan. Sayang sekali perjuanganmu selama sia-sia. (FS.Donggo/KS.Com)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Featured,1371,Hukum Kriminal,1871,Kesehatan,281,Korupsi,619,Olahraga,149,Opini,50,Pemerintahan,1364,Pendidikan,716,Politik,1070,Sosial Ekonomi,2375,
ltr
item
Koran Stabilitas: Inilah Perjalanan Karier Dan Sepak Terjang Patrialis Akbar Berakhir Buruk
Inilah Perjalanan Karier Dan Sepak Terjang Patrialis Akbar Berakhir Buruk
https://3.bp.blogspot.com/-hfyfEMicMHo/WKXQuqo5WJI/AAAAAAAAACY/xGXGfhrvpvgtFZhfiDGaczpxxWMMoMilgCLcB/s1600/Patrialis%2BAkbar.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-hfyfEMicMHo/WKXQuqo5WJI/AAAAAAAAACY/xGXGfhrvpvgtFZhfiDGaczpxxWMMoMilgCLcB/s72-c/Patrialis%2BAkbar.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2017/02/inilah-perjalanan-karier-dan-sepak.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2017/02/inilah-perjalanan-karier-dan-sepak.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy