$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Petani Beli Pupuk Seharga Rp.150Ribu Perzak

Sungguh malang nasib petani di Kabupaten Bima saat ini. Bagaimana tidak, selama ini petani hanya menyediakan uang Rp.100 hingga Rp.120Ribu u...

Sungguh malang nasib petani di Kabupaten Bima saat ini. Bagaimana tidak, selama ini petani hanya menyediakan uang Rp.100 hingga Rp.120Ribu untuk bisa mendapat satu zak pupuk urea dengan berat 50KG, kini petani harus menyediakan Rp.150Ribu untuk bisa membawa pulang pupuk tersebut ke rumahnya dari rumah/gudang para pengecer di masing-masing Desa.

Ilustrasi

BIMA, KS.- Pertanyaannya, apakah ada kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Pemerintahan Hj.Indah Damayanti Putri – Drs. H.Dahlan (Dinda-Dahlan), ataukah kenaikan harga pupuk itu akibat ulah distributor pupuk di lapangan, sebab selain urea yang dibawah pulang oleh petani, ada juga pupuk merek lain , sehingga petani dibebankan dengan angka Rp.150Ribu perzak tersebut.

Muhtar Hamdu, mantan Kades di Soromandi itu mengeluhkan soal naiknya harga pupuk di Soromandi saat ini. Diduga kuat, kenaikan harga pupuk itu sengaja dilakukan oleh para pengecer akibat tekanan dari atas yaitu dari pihak Distributor pupuk yang saat ini terjadi di seluruh Kabupaten Bima.

“Harapan saya selaku petani agar pemerintah tidak diam diri. Kasihan petani sekarang harus membeli pupuk Rp.150Ribu perzak. Memang ada pupuk merk lain beberapa kilogram dari urea sehingga harganya capai Rp.150Ribu. tapi, petani itu tidak butuh pupuk lain selain urea, sementara pengecer di lapangan ditekankan agar membelinya,” keluhnya.

Muhtar juga mempertanyakan tanggungjawab moral Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sekarang, yang terindikasi sengaja membiarkan keadaan seperti ini terus menimpa para petani, belum lagi harga beli hasil tani saat ini seperti bawang merah semakin anjlok.”Bayangkan saja, harga bawang sekarang turun hingga Rp.4ribu/KG, sementara sebelumnya minimal harga bawang 7-8ribu/KG,” tuturnya.

Ia berharap agar pemerintah tidak tutup mata dan memberikan ulah distributor pupuk terus merajalela di Kabupaten Bima.”Bila perlu cabut ijin distributor bila di lapangan ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan yang merugikan dan menyengsarakan petani,” pintanya.(KS-Aaz)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Featured,1083,Hukum Kriminal,1788,Kesehatan,220,Korupsi,615,Olahraga,147,Opini,48,Pemerintahan,1272,Pendidikan,712,Politik,974,Sosial Ekonomi,2255,
ltr
item
Koran Stabilitas: Petani Beli Pupuk Seharga Rp.150Ribu Perzak
Petani Beli Pupuk Seharga Rp.150Ribu Perzak
https://3.bp.blogspot.com/-XVbynKenMjY/WcxHpSZjHYI/AAAAAAAAD6Q/sBp4gKutIvA0P2AzcDvMC7F1iLd45m03ACKgBGAs/s640/ilustrasi_pupuk.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-XVbynKenMjY/WcxHpSZjHYI/AAAAAAAAD6Q/sBp4gKutIvA0P2AzcDvMC7F1iLd45m03ACKgBGAs/s72-c/ilustrasi_pupuk.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2018/09/petani-beli-pupuk-seharga-rp150ribu.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2018/09/petani-beli-pupuk-seharga-rp150ribu.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy