Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Dompu, Kamis (26/9) turun ke lapangan dengan cara menyambangi sejumlah warga yang tinggal ...
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Dompu, Kamis (26/9) turun ke lapangan dengan cara menyambangi sejumlah warga yang tinggal di pinggir jalur jalan di wilayah Kota Dompu. Hal ini dilakukan Sat Pol PP dalam rangka mengsosialisasikan peraturan daerah (perda) larangan menyalagunakan badan jalan dan trotoal serta lainya.
DOMPU,KS- Kabid Penegakan Perundang undangan sat pol pp Abd. Rahman S.Sos, kepada wartawan mengaku, ini adalah hari pertama pihaknya turun kelapangan untuk mengsosialisasikan Perda nomor 11 Tahun 2017 kepada masyatakat dan pedagang kaki lima.
"Kami melakukan sosialisasi dengan cara mendatangi para warga terutama pedagang kaki lima yang beraktifitas di pinggir jalur jalan wilayah kota," ujar Rahman, saat diwawancarai wartawan ini di jalur jalan lingkungan Kelurahan Kerijawa Kecamatan Dompu, Rabu (26/9).
Diakui Rahman, selain melakukan sosialisasi pihaknya juga melakukan pendataan (mencatat) nama - nama pedagang kaki lima dan lainya yang beraktivitas di pinggir jalan atau diatas trotoal."Momentuk ini sekaligus untuk memberikan penjelasan kepada para pihak untuk tidak menyalagunakan badan jalan dan trotoal," jelasnya.
Kapan dilakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penyalagunaan trotoal dan badan jalan...? Kata Rahman, hal itu tetap dilakukan. Tapi untuk saat ini kata Dia, pihaknya hanya sifatnya memberikan penjelasan dan masukan mengenai hal ini."Artinya kami harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak OPD terkait sebelum melakukan penindakan," terangnya.
Lebih jauh Rahman menegaskan, bahwa badan jalan dan trotoal memiki fungsi tersendiri dan tidak boleh dikuasai. Sebab kata Dia, badan jalan dan trotoal merupakan fasilitas jalan umum.
"Yang namanya troroal itu untuk para pengguna jalan (pejalan kaki). Dan badan jalan yaitu sarana untuk dilalui oleh para pengendara. Jadi kalau sarana ini disalahgunakan, maka akan mengganggu aktivitas pejalan kaki dan pengendara termasuk menimbulkan kemacetan,"paparnya.(KS-RUL)
![]() |
Ilustrasi |
DOMPU,KS- Kabid Penegakan Perundang undangan sat pol pp Abd. Rahman S.Sos, kepada wartawan mengaku, ini adalah hari pertama pihaknya turun kelapangan untuk mengsosialisasikan Perda nomor 11 Tahun 2017 kepada masyatakat dan pedagang kaki lima.
"Kami melakukan sosialisasi dengan cara mendatangi para warga terutama pedagang kaki lima yang beraktifitas di pinggir jalur jalan wilayah kota," ujar Rahman, saat diwawancarai wartawan ini di jalur jalan lingkungan Kelurahan Kerijawa Kecamatan Dompu, Rabu (26/9).
Diakui Rahman, selain melakukan sosialisasi pihaknya juga melakukan pendataan (mencatat) nama - nama pedagang kaki lima dan lainya yang beraktivitas di pinggir jalan atau diatas trotoal."Momentuk ini sekaligus untuk memberikan penjelasan kepada para pihak untuk tidak menyalagunakan badan jalan dan trotoal," jelasnya.
Kapan dilakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penyalagunaan trotoal dan badan jalan...? Kata Rahman, hal itu tetap dilakukan. Tapi untuk saat ini kata Dia, pihaknya hanya sifatnya memberikan penjelasan dan masukan mengenai hal ini."Artinya kami harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak OPD terkait sebelum melakukan penindakan," terangnya.
Lebih jauh Rahman menegaskan, bahwa badan jalan dan trotoal memiki fungsi tersendiri dan tidak boleh dikuasai. Sebab kata Dia, badan jalan dan trotoal merupakan fasilitas jalan umum.
"Yang namanya troroal itu untuk para pengguna jalan (pejalan kaki). Dan badan jalan yaitu sarana untuk dilalui oleh para pengendara. Jadi kalau sarana ini disalahgunakan, maka akan mengganggu aktivitas pejalan kaki dan pengendara termasuk menimbulkan kemacetan,"paparnya.(KS-RUL)
COMMENTS