$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Sugiarto, Sosok ASN Lulusan APDN Penuh Dedikasi

Sugiarto , begitu singkat nama sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekarang tengah mengabdi sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Kantor Sat P...

Sugiarto, begitu singkat nama sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekarang tengah mengabdi sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Kantor Sat Pol PP dan Damkar Kota Bima ini. jika menilik dari nama, mengesankan ada darah Jawa yang melekat dari tubuhnya. Entah ada atau tidak, sejatinya Sugiarto, lahir dan besar ditanah keramat Bima Dana Ma Mbari ini. Sosok yang satu ini, terbilang ASN yang penuh dedikasi, disiplin dan pekerja keras serta konsisten dimanapun ia ditempatkan di lingkup OPD Pemkot Bima. berikut catatan, M Aris Effendi--Redaktur Pelaksana Koran Stabilitas—


Menggantungkan hidup cita dan cinta menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), asa dari setiap orang Bima kebanyakan sejak dulu hingga kini. Adalah kebanggaan orang tua dan sanak keluarga jika buah hati berhasil meraih predikat baju keki itu. Pun membudaya hingga kini, sang calon mertua, mengantar pertanyaan awal pada anaknya, kekasihmu pegawai negeri kah. Jika tidak, wajah mengkerut seperti ogah menerimanya menjadi mantu, jawaban dari ketidaksukaan karena tidak menyandang pegawai yang bisa menjamin masa depan anaknya.

ASN atau PNS sebuatan yang akrab dikebiasaan kita, adalah mimpi menyalakan pelita dikegelapan untuk merubah penghidupan yang layak bahkan lebih baik dari setiap coretan sejarah turun temurun keturunan setiap keluarga khusus di daerah Bima.

Orang tua begitu bangga dan jumawa, ketika sang buah hatinya yang telah disekolahkan hingga Starata 1 (S1) nun jauh di negeri orang, Jawa, Sulawesi bahkan di Lombok, setelahnya mendapatkan pekerjaan yang layak, tentu menjadi pegawai negeri. Sebab Bima dengan karakter budaya yang keras dan kuat dengan norma Islam yang melekat, berseliweran padu-padan pertanyaan yang memotivasi. “Berapa Anaknya. Kerja dimana. Sudah naik haji” dan sederat tanya yang menunjukan prestise harga diri yang dianggap sebagai ukuran keberhasilan.

memang belum bisa dipungkiri, menjadi pegawai negeri, masih menjadi ukuran kemapanan dan kenyamanan bagi kebanyakan orang saat ini. hanya sedikit pergeseran yang terjadi. Itupun, memilih wira usaha, talenta dan keseriusan menjadi taruhan jika tidak ingin gagal dan kembali menjadi pengangguran tidak kentara.
Lalu semudah itukah memaknai profesi pegawai negeri karena butuh kenyamanan dengan gaji bulanan yang pasti menunggu saban bulannya hingga purna tugas ?. tidak berbanding luruskah pegawai negeri dengan pengabdi dan pelayan masyarakat, kerana sejatinya memang diamanatkan untuk itu. Dosakah ASN yang hanya datang duduk lalu pulang. Dosakah jika menjadi ASN berlomba mencari jabatan dengan cari muka pada “bos” meski dengan segepok rupiah demi memuluskan hasrat dan nafsu itu. Dosa pula kah si baju keki yang telah bekerja tulus, ikhlas dan penuh disiplin serta konsisten, tidak di-reward atau diganjar dengan jabatan yang layak ?..tidak perlu terjawab dengan kata-kata pula..dinamika itu biarkan bersemayam bisu. Sebab cinta pada pekerjaan adalah keindahan mendapatkan pahala dikemudian hari.

Karakter budaya Bima itulah yang melekat kuat di keluarga H Makka, orang tua dari Sugiarto, sosok ASN yang coba diangkat dedikasi kesehariannya dilayar publik oleh Koran Stabilitas pada kesempatan kali ini.

Pria yang lahir di Bima tepat pada hari kemerdakaan RI (17/8) 1964 ini, mengawali karirnya sebagai ASN pada 6/9 tahun 1986 sebagai CPNS setelah menamatkan studi di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Mataram jurusan Ilmu Pemerintahan 1990 ini, mulai menapaki status sebagai abdi dan pelayan masyarakat.

Alumni SDN 10 Raba tahun 1977 ini, mengawali karir sebagai staf di Bagian Kepegawaian Setda Kabupaten Bima pada 1 Maret 1990 hingga 9 kemudian dipercaya menjadi ajudan Bupati Bima hingga tahun 1993. Setelah itu ditempatkan menjadi staf di Kantor Camat Asakota pada 1995, kemudian pindah lagi menjadi staf di Bgaian OPA Setda Kabupaten Bima pada tahun 1997.

Jabatan pertama yang disandang Sugiarto menjadi ASN, sebagai Kasi Penanaman Modal SuDin Tata Kota Kotif Bima dengan jabatan eselon V/a, lalu menjadi Sekcam Ambalawi dengan eselon yang sama pada tahun 1999 dan ditahun yang sama pula dimutasi sebagai Kasubag Perekonomian Kotif Bima hingga tahun 2001.

Pada tahun 2001 pula diangkat menjadi Kasubag Protokol Setda Kota Bima dengan jabatan eselon IV/a. Setahun lebih di jabatan Kasubag protokoler pemilik moto bekerja keras, begerak cepat dan bertindak tegas ini, dipercaya menjabat Kasubbid Angkutan Darat Dishub Kota Bima pada 2004. Lalu dipercaya lagi menjadi Kasubbid Perbendaharaan dan Verifikasi di BPKD Kota Bima pada tahun 2006.

Tamatan SMPN 1 Kota Bima tahun 1981 ini, sebagai ASN lalu diangkat pada jabatan Kasubbid Peningkatan SDM dan Staf Linmas Bakesbangpol Linmas Kota Bima hingga 2009. Kemudian naik eselon III/b dengan jabatan baru sebagai Kabid Tata Ruang Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Bima hingga tahun 2012. Lalu di eselon yang sama menjabat sebagai Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik Bakesbanglinmas Kota Bima.

Lulusan SMA 1 Bima tahun 1984 inipun, dipercaya atasan sebagai Kabid Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan dan Kominfo Kota Bima hingga naik eselon III/a dan dipromosi menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bima tahun 2017.

Jabatan sekarang yang tengah disandang yang memiliki prinsip hidup dalam bertugas harus memiliki integritas dan komitmen bekerja ini, ditempatkan sebagai Kabid Damkar dan Linmas di Sat Pol PP Kota Bima hingga sekarang,. Tentu jabatan terakhir yang disandangnya ini, turun eselon menjadi III/b.

“Pindah tugas dan keliling di sejumlah OPD bagi saya adalah kepercayaan dan amanah yang harus dipatuhi. Sebab menjadi ASN dengan jabatan apapun, mesti siap ditempatkan dimana saja. Pimpinan meyakini kita sebagai aparatnya mampu menjalankan tugas dan kewajiban yang diembankan,”tegasnya saat ditanya, tidak lelah ditugaskan keliling sejumlah OPD, apalagi diturunkan eselonnya.

Bagi ASN yang pernah mengikuti Dinas Teknis Keprotokoleran tahun 2003 ini, menjadi ASN yang diutamakan adalah pengabdian dan dedikasi serta loyalitas. Katanya, menjadikan pekerjaan yang ditugaskan dan dipercayakan atasan sebagai seni dalam bertugas, pasti tidak akan terkendala dengan ambisi apalagi mimpi meraih bulan yang tinggi disana.

“Tuhan sudah mengatur hidup dan kehidupan kita. Maka bagi saya jabatan dan tugas kerja adalah amanah yang harus diseriusi tanpa berpikir negatif. Ambisi akan membawa kita ke-kesalan dan kemalasan dalam bekerja. Saya sudah biasa bekerja disiplin sejak ditempa di bangku sekolah hingga di APDN dulu,”ucapnya.
Jika kita membuka catatan pemberitaan yang pernah disadur sejak dulu, Sugiarto, sosok pekerja keras dan disiplin dalam hal menjalankan tugas dimanapun ia ditempatkan. Sebut saja saat bertugas di Kesbangpol dan Linmas. Dibawah komando bidangnya, membersihkan sampah disejumlah aliran sungai dan jembatan tentu bersama pasukan Linmasnya saat itu. Kemudian saat berada di Perhubungan, banyak terobosan yang ia lalukan, hingga bersama atasanya meremajakan sejumlah lampu stop-an disejumlah ruas jalan di Kota Bima, termasuk merubah beberapa ruas jalan menajdi satu jalur yang kini kita sudah nikmati hasil kerjanya.

Nah, di Bidang Damkar dan Linmas ini, dedikasi dan kerja keras serta pendekatan kekeluargaan yang dibalutnya bersama seluruh stafnya, banyak dan tidak terhitung kerja tulus tanpa pamrih dan tanda jasa tentunya. Dari membantu suply air bersih disejumlah kelurahan yang membutuhkan, turun bersih-bersih saat air bah dan lumpur menghalangi jalan dan rumah warga. Tidak itu pula sejumlah pohon disepanjang jalan yang terlihat rapuh dan berbahaya juga dipangkas rapi oleh pasukan Damkar dibawah kendalinya.
“Demi Allah, saya tidak berharap sanjungan atas seluruh kerja dan dedikasi ini. semua menjadi kewajiban sebagai abdi negara dan bangsa,”saat ditanya tenatng itu.

Mendekati penghunjung atau dibeberapa tahun lagi purna tugas menyandang predikat sebagai ASN, dirinya akan terus berbhakti dan mengabdi, memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa sekemampuannya.”Aji dihembusan nafasnya mewasiatkan pada saya sebagai anaknya, jabatan itu amanah nak, dimanapun kamu menjabat, jadikan itu tanggungjawab penuh bhakti,”menceritakan kembali kata-kata orang tuanya.

Itulah segumpal cerita dari sosok Sugiarto. Meski tidak terukir dalam catatan sejarah karir seorang para ASN. Minimal ini menjadi secuil motivasi bagi kita.***

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Featured,1083,Hukum Kriminal,1788,Kesehatan,220,Korupsi,615,Olahraga,147,Opini,48,Pemerintahan,1273,Pendidikan,712,Politik,974,Sosial Ekonomi,2255,
ltr
item
Koran Stabilitas: Sugiarto, Sosok ASN Lulusan APDN Penuh Dedikasi
Sugiarto, Sosok ASN Lulusan APDN Penuh Dedikasi
https://1.bp.blogspot.com/-omW6GPJwimk/XkdYjjQ4MUI/AAAAAAAAIG4/_xJ2EKtZyk4fESUJy3WXBGEFXpS0brM0gCLcBGAsYHQ/s640/IMG-20200215-WA0021.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-omW6GPJwimk/XkdYjjQ4MUI/AAAAAAAAIG4/_xJ2EKtZyk4fESUJy3WXBGEFXpS0brM0gCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200215-WA0021.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2020/02/sugiarto-sosok-asn-lulusan-apdn-penuh.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2020/02/sugiarto-sosok-asn-lulusan-apdn-penuh.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy