$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home


Komisi I DPRD dan Akademisi Minta Mendagri Agar Tidak Salah Milih Sekda Kabupaten Bima

Tepat pertanggal 31 Desember 2023 ini, masa pengabdian Drs.H.Taufik HAK sebagian Sekretaris Daerah Kabupaten Bima NTB akan berakhir. Tentun...

Tepat pertanggal 31 Desember 2023 ini, masa pengabdian Drs.H.Taufik HAK sebagian Sekretaris Daerah Kabupaten Bima NTB akan berakhir. Tentunya sejak sekarang Pemerintah Kabupaten Bima sudah mulai memproses penggantinya, yang waktunya tinggal 18 hari lagi.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Rafidin S,Sos

BIMA, KS.-Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Rafidin S,Sos berharap agar pengganti H.Taufik tersebut didapat dari sosok pejabat yang cerdas berpikir untuk membangun daerah kabupaten Bima jauh lebih baik dan berkembang ke depan.Selain pejabat cerdas berpikir dan memiliki inovatif-inovatif baru, juga memiliki keikhlasan dalam mengabdi dan bertindak ketika APBD dijalankan oleh semua OPD dari 32 OPD yang ada di Kabupaten Bima sekarang.

"Saya khawatir sekda pengganti H.Taufik dipilih dari sosok pejabat nakal, pejabat mental korup yang otaknya hanya mikir soal bagaimana cara mencari uang banyak, baik yang bersumber dari APBD (DAU,DAK dan lainnya), juga dari kejahatan pungli yang sekarang terus terjadi di kabupaten bima di sejumlah dinas tertentu,seperti DIKPORA, BKD dan beberapa dinas lainnya,"jelas ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima itu.

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) BIMA dua periode tersebut menilai dari sejumlah pejabat yang hendak diusulkan oleh Bupati dan oknum-oknum tertentu untuk menjadi Sekda, hanya satu dua orang yang layak,selain itu dari pantauan selama ini selama menjadi dewan, hampir semuanya tak punya ilmu untuk membangun bahkan memperbaiki daerah kabupaten bima sekarang.

Dicontohkannya, Kadis Dikpora Drs.Junaidin yang tiap tahun mendapat suntikan dana banyak dari pusat,baik DAK fisik maupun nonfisik, masih banyak bangunan sekolah yg tidak layak dipakai,belum lagi rumah dinas di sejumlah sekolah hampir semuanya rusak parah... anehnya lagi, DAK fisik tiap tahun diberikan untuk membangun dan memperbaiki rumah dinas, justru tak terlihat di lapangan..yaitu, dimana saja dan berapa banyak rumah dinas guru yang dibangun baru atau diperbaiki.

"Data DAK fisik dan non fisik saya pegang semua dari 2021-2023.belum lagi pungli dimana mana selama yang bersangkutan menjadi kadis Dikpora...lucunya, bupati bima terkesan memelihara oknum pejabat yang saya anggap tak punya kemampuan memanage pemerintahan agar jauh lebih baik, belum lagi IPM kabupaten bima sekarang berada di urutan kedua dari bawah setelah Lombok Utara,"ungkapnya.

Tak hanya JUNAIDIN yang dianggap mantan wartawan senior di bima Ita, Kepala DPKAD yang hendak digadang untuk menjadi calon kuat sekda ke depan juga merupakan sosok pejabat yang malas hadir ketika di undang oleh anggota dewan saat rapat-rapat penting, terutama saat rapat banggar.

"Kepala DPKAD Kabupaten Bima, Adel LINGGIARDI ini adalah sosok pejabat selain dianggap pejabat tak bermutu, juga merusak tata kelola keuangan di kabupaten bima beberapa tahun terakhir ini,"pungkasnya seraya mengungkap soal dana Silva tahun 2022 senilai Rp.52Milyar, setelah di cek uangnya, ternyata hanya Rp.3 milyar, susai dengan pengakuan sekda kabupaten bima saat rapat banggar untuk apbd tahun 2024.

Ketika ditanya sosok sekda lain seperti Suwandi,ST,MT yang sekarang menjabat sebagai kadis PUPR dan Drs.Agusalim selalu kepala Inspektorat Kabupaten Bima ?.Anggota banggar DPRD Kabupaten Bima ini menjelaskan, untuk kadis PUPR sekarang Suwandi,ST memang termasuk layak untuk menduduki jabatan sekda,tapi yang bersangkutan juga pernah tersangkut dugaan korupsi sewa alat berat saat menjabat sebagai Kabag AP Setda Kabupaten Bima yang Sekang masih mangkrak di Lembaga penegak hukum, dan kasus tersebut sewaktu waktu akan dilanjutkan proses hukumnya, bila belum di berhentikan penyidikannya.

"Penanganan kasus korupsi tersebut berawal dari temuan BPK NTB,"Cetusnya seraya mengakui bahwa Suwandi itu sosok pejabat polos yang sangat loyal dengan atasan meski harus terjerat hukum.

Bagaimana dengan Agusalim mantan kepala BKD tersebut?.Polisi PAN itu menilai bahwa Agusalim sebelum menjadi Kepala BKD pernah menduduki jabatan sebagai kepala dinas perijinan.Selama menjadi kepala BKD lebih dari lima tahun, jumlah pegawai honor daerah membludak, SK TPU terus keluar setiap bulan selama tahun berjalan,sehingga saat ini Pemkab bima dari Semua OPD lebih kurang 13ribu lebih, termasuk yang THK2, SK TPU, TENAGA KONTRAK dan lainnya di beberapa dinas.

"Akibat tenaga honor daerah yang begitu banyak, APBD kita tersedot banyak hingga angka Rp.70milyar pertahun, belum tahun 2024 kedepan akan semakin banyak pasca penerimaan PPPK 2.985 tahun 2024 mendatang," jelasnya.

Selain itu, selama Agusalim menjadi Kepala BKD, isu pengangkatan dan penempatan pejabat tiap pelantikan diduga ada uang plecin, juga bagian dari penilaian kinerja seorang pejabat yang harus dipertimbangkan oleh Menteri Dalam Negeri ketika memilih satu nama dari beberapa nama yang diusulkan oleh panitia seleksi nantinya.

"Tapi ingat, Agusalim juga hanya seorang pejabat yang melaksanakan perintah atasan, tentunya tak berani menolak apalagi melawan,"tukasnya sembari mengakui bahwa selama menjadi mitra BKD dengan Komisi I, Agusalim tetap datang menghadiri undangan komisi dewan.

Rektor UMBO Bima, Doktor Rifaid

Di tempat terpisah, Ketua Universitas Mbojo Bima, Doktor Rifaid menilai bahwa dari empat pejabat Pemkab yang hendak maju sebagai calon sekda tersebut semunya tidak layak bahkan dipastikan akan merusak tata pemerintahan kabupaten bima ke depan."Agusalim itu pejabat sudah lama saksi dan tiap bulan harus masuk rumah sakit untuk celup kondisi struknya.bagaimana bisa pejabat struk seperti Agusalim bisa lolos untuk ikut seleksi sekda,kecuali dokter yang tangani nantinya merekayasa hasil pemeriksaan," kata mantan Kabid di Bappeda kabupaten bima itu.

Begitu juga dengan sosok pejabat JUNAIDIN yang sangat-sangat tidak layak untuk diangkat jadi sekda."selama memimpin Dikpora, rusak dunia pendidikan di kabupaten bima, belum lagi banyak infrastruktur pendidikan yang tidak diperbaiki padahal banyak mendapat anggaran pusat di Dikpora kabupaten bima itu,"imbuhnya.

Sedangkan Adel Linggiardi adalah paman kandung bupati bima sendiri."Jangankan menjadi sekda,menjadi kepala BPKAD saja, dugaan penyalahgunaan apbd hingga masuk sejumlah lembaga penegak hukum begitu banyak sejak Adel duduk di jabatan itu.

Lantas siapa pejabat Pemkab bima yang layak dan wajib diberikan amanah oleh Mendagri kedepan adalah hanya sosok Kadis Sosial Tajudin,SH.Sebab Tajudin pernah menjadi kepala BKD, KADIS DIKPORA, KEPALA BPMDES dan sekarang menduduki jabatan sebagai kadis sosial.

"Itu pejabat bersih Dimata saya, dia tulus mengabdi pada daerah kabupaten bima, dia juga pejabat yang loyal pada atasan, loyal dengan tugasnya serta ikhlas dan tulus mengabdi,"jelasnya.

Tak hanya Tajudin yang dianggap sangat layak dan tepat untuk menjadi sekda kabupaten bima nantinya itu, sosok kepala BAPPEDA KABUPATEN BIMA, Taufik ST,MT. Pejabat ini sangat pintar, loyal mati mau bekerja keras, suka turun ke warga dan memantau pekerjaan saat menjadi kepala dinas perkim, juga punya inovatif-inovatif baru untuk bisa bangun bima jauh lebih baik.

"Terus terang saja, hanya dua orang itu pejabat Pemkab bima dari enam yang memenuhi syarat untuk ikut seleksi yang layak dan tepat untuk duduk kursi sekda tahun 2024 pertanggal 1 nanti.Empat orang yang saya jelaskan diatas, keempatnya sosok pejabat yang dalam pikirannya hanya soal finansial, mengabdi pada daerah dan rakyat kabupaten bima tak dipikir oleh mereka,"tegasnya akademisi senior itu mengakhiri komentarnya kepada media ini.(KS-M)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1619,Hukum Kriminal,2143,Kesehatan,387,Korupsi,751,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1560,Pendidikan,832,Politik,1270,Sosial Ekonomi,2601,
ltr
item
Koran Stabilitas: Komisi I DPRD dan Akademisi Minta Mendagri Agar Tidak Salah Milih Sekda Kabupaten Bima
Komisi I DPRD dan Akademisi Minta Mendagri Agar Tidak Salah Milih Sekda Kabupaten Bima
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiccCeKdSiFGZN3Sgfdko2-ypbOXKenkeuOa2wsIAwSYgbSTNNw2XYndVg_72Ms29rOjDgderM7YQbJ1ld0r2YtZ9CuviK5HHrjDXESb4LkMv7Om2TwqI9_FWYiDQNosylNlhWV7hq4IKBenKB_I2LMWxdtQtPCLebW3z2rX13zAJ7HRZzhfNaIW9KhLniI/s320/IMG-20231212-WA0019.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiccCeKdSiFGZN3Sgfdko2-ypbOXKenkeuOa2wsIAwSYgbSTNNw2XYndVg_72Ms29rOjDgderM7YQbJ1ld0r2YtZ9CuviK5HHrjDXESb4LkMv7Om2TwqI9_FWYiDQNosylNlhWV7hq4IKBenKB_I2LMWxdtQtPCLebW3z2rX13zAJ7HRZzhfNaIW9KhLniI/s72-c/IMG-20231212-WA0019.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2023/12/komisi-i-dprd-dan-akademisi-minta.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2023/12/komisi-i-dprd-dan-akademisi-minta.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy