Sebanyak 13 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari 16 usulan lokasi/desa pesisir yang diusulkan sebagai calon lokasi pembangunan KNMP di...
Sebanyak 13 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari 16 usulan lokasi/desa pesisir yang diusulkan sebagai calon lokasi pembangunan KNMP disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Salah satunya ditetapkan sebagai KNMP Hub (utama), yaitu Desa Rompo, Kecamatan Langgudu.
BIMA, KS.- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Tajuddin, SH., M.Si., Jumat (18/9/2026), mengungkapkan bahwa kehadiran program strategis KNMP ditujukan untuk memperkuat sektor perikanan, menggerakkan perekonomian, mendorong kemandirian, meningkatkan produktivitas, serta kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur pendukung usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Kehadiran Program Strategis KNMP ini ditujukan untuk memperkuat sektor perikanan, menggerakkan perekonomian, mendorong kemandirian, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur pendukung usaha perikanan terintegrasi dari hulu ke hilir," ungkap Tajuddin.
Wujud komitmen untuk menghadirkan program nasional tersebut diperkuat melalui pemaparan secara langsung potensi sektor kelautan dan perikanan oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tajuddin, SH., M.Si., serta kepala bidang terkait, di hadapan Menteri Kelautan dan Perikanan beserta para direktur jenderal kementerian tersebut pada Februari 2026.
Pemkab Bima kemudian menyerahkan dokumen sesuai persyaratan, yang mencakup ketersediaan lahan berdasarkan hasil kesepakatan tim desa yang diperkuat oleh tim kabupaten dengan melibatkan OPD terkait, termasuk BPN Kabupaten Bima.
"Usulan tersebut selanjutnya mendapat respons positif dari Kementerian KKP dan telah menurunkan tim untuk melakukan survei kelayakan yang disusul oleh tim topografi pada lokasi sasaran," jelas Tajuddin.
Tahapan pembangunan KNMP diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat di lokasi kegiatan pada awal Agustus 2026. Selanjutnya, pembangunan tahap pertama berupa infrastruktur dasar KNMP dimulai pada awal September 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026 oleh tim pelaksana/perusahaan yang telah ditetapkan oleh Kementerian KKP RI, dengan pendampingan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima.
Selanjutnya, akan dilanjutkan tahap pengadaan kapal, alat tangkap, dan barang-barang kebutuhan nelayan dengan total anggaran lebih dari Rp50 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk untuk Desa Piong, Desa Sangia, dan Desa Lambu yang masih menunggu penetapan lebih lanjut.
Di tempat terpisah, Bupati Bima berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi masyarakat pesisir. Program ini juga diharapkan melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja tertentu serta menggunakan bahan dan material lokal yang tersedia di wilayah masing-masing.
(KS TIM)

COMMENTS