Pemerintah Kabupaten Bima bersama YAPPIKA dan mitra YISA Ambalawi menggelar lokakarya penyusunan peta jalan (roadmap) penyelesaian infras...
Pemerintah Kabupaten Bima bersama YAPPIKA dan mitra YISA Ambalawi menggelar lokakarya penyusunan peta jalan (roadmap) penyelesaian infrastruktur sekolah rusak pada pendidikan dasar, Senin (25/10), di Ruma Dining, Kota Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan berkualitas.
BIMA, KS.- Bupati Bima diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fatahullah, S.Pd., yang hadir bersama Kepala BRIDA Kabupaten Bima, Syamsul Bahrain, S.IP., M.Si., serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Bohri Rahman, S.T.
Lokakarya tersebut dihadiri pimpinan YAPPIKA, pimpinan YISA Ambalawi, perwakilan STKIP Taman Siswa Bima, perwakilan Universitas Muhammadiyah Bima, perwakilan perangkat daerah terkait, serta para fasilitator.
Dalam pemaparannya, Fatahullah menjelaskan bahwa peta jalan infrastruktur merupakan dokumen perencanaan strategis yang memuat arah, tahapan, prioritas, dan target pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur dalam jangka waktu tertentu.
Menurutnya, penyusunan peta jalan tersebut membutuhkan kajian yang menyeluruh agar penanganan infrastruktur sekolah rusak dapat dilaksanakan secara efektif, terencana, dan terukur dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Fatahullah menegaskan bahwa kerusakan fasilitas gedung sekolah harus ditangani secara sistematis dan berbasis data yang komprehensif. Penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi erat dan sinergi lintas sektor.
Karena itu, ia menekankan sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam lokakarya tersebut, yakni penguatan data dan pemetaan, sinergi serta integrasi program, dan pembagian peran yang jelas di antara para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan YISA Ambalawi Mbojo, Hersan Hadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Sekolah Aman merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengatasi persoalan kerusakan infrastruktur sekolah secara komprehensif.
Ia menjelaskan, lokakarya tersebut diharapkan menghasilkan pembaruan data utama mengenai kondisi sekolah, kebutuhan perbaikan, serta prinsip penentuan prioritas penanganan infrastruktur pendidikan.
Selain itu, kegiatan ini ditargetkan menghasilkan draf final Peta Jalan Perbaikan Infrastruktur Sekolah Kabupaten Bima yang telah dibahas dan disepakati bersama para pemangku kepentingan.
Dokumen tersebut selanjutnya diharapkan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Bima dalam menetapkan arah dan prioritas perbaikan infrastruktur sekolah, sehingga penanganan kerusakan dapat dilaksanakan secara lebih terencana, terarah, dan berkelanjutan.
(KS TIM)
COMMENTS