Kakek berusia 50 tahun ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa Senin (19/1) pukul 20.00 wita di Sori Nggela dusun setempat.
Naas menimpah seorang kakek bernama H. Jamaludin Taki alias Abu Ledo warga Dusun Nggaro RT. 01 RW. 01 Nangga Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Kakek berusia 50 tahun ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa Senin (19/1) pukul 20.00 wita di Sori Nggela dusun setempat.
Korban tewas akibat kaki kirinya di bagian pergelangan terikat tali. Tali informasinya hendak digunakan korban untuk mengingkat seekor sapi betina miliknya. Saat itu korban sedang menarik keluar ternaknya dari sungai yang dilanda banjir. Senin (19/1) sekitar pukul 17.00 wita kecamatan Ambalawi dan sekitarnya memang dilanda hujan deras sehingga menimbulkan banjir di sungai.
Menurut saksi mata Bobby (25) pada wartawan, Selasa (20/1) di kediamannya RT. 01 Dusun Nggaro Nangga menceritakan, Ia bersama dua warga lainnya, Bambang (27) dan Fadah (27) usai Magrib sedang menuju Sori Nggela untuk mencari hewan ternak yang belum kembali. Mereka menduga ternaknya dibawa arus banjir. “Kami bertiga masing-masing membawa senter. Setibanya di Sori Nggela melihat sapi milik Abu Ledo dalam keadaan terikat. Namun saya perintahkan si Bambang untuk mengecek ujung tali tersebut. Kami kaget malah menemukan Abu Ledo dalam keadaan tak bernyawa,” kisahnya.
Saat pertama ditemukan, korban dalam keadaan tidur miring ke kanan dan tangan kanan hingga sikunya terkubur pasir. Korban mengenakan kaos biru dan celana panjang warna hitam. Untuk menghindari ada dugaan pembunuhan, para saksi tidak menyentuh jasad korban dan meminta tolong kepada warga lainnya untuk mengecek keadaan jasad korban.
Tali yang terikat di kaki korban itupun dibuka Sumardin (25) alias Merah anak terakhir korban. Saat itu Merah nampak isteris sambil membuka tali yang melilit ayahnya dengan sapi tersebut. Jasad korban kemudian dibawa secara sederhana melewati sungai yang digenangi banjir setinggi dada orang dewasa.
Selain tiga saksi mata yang menemukan jasad korban. Pada pukul 17.30 wita, warga lainnya yakni Sauki (40), Takwa (25), Adman (27) dan Ale (27) di Sori Raba yang berjarak tak jauh dari lokasi juga sempat melihat korban. Ketika itu mereka sedang mencuci sepeda motor dan melihat Abu Ledo sedang memberikan makanan pada herwan ternak yang baru saja beranak tiga bulan yang lalu.
“Saat itu pak Sauki menegur korban untuk keluar dari sungai tersebut, sebelum banjir datang. Namun saran itu mungkin tidak diindahkan oleh korban. Apalagi empat warga itu tidak melihat secara persis keadaan korban karena dari arah cukup jauh,” terang Bobby mengutip pernyataan Sauki.
Pantauan wartawan, almarhum dimakamkan di Pekuburan Dusun Nggaro Nangga sekitar pukul 14.00 wita. Pihak keluarga tidak mencurigai dengan meninggalnya korban dan sudah mengikhlaskannya karena meninggal akibat kecelakaan. Korban asal Lingkungan Lela Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima itu meninggalkan seorang istri dan empat orang anak serta dua orang cucu. (KS-04)
Korban tewas akibat kaki kirinya di bagian pergelangan terikat tali. Tali informasinya hendak digunakan korban untuk mengingkat seekor sapi betina miliknya. Saat itu korban sedang menarik keluar ternaknya dari sungai yang dilanda banjir. Senin (19/1) sekitar pukul 17.00 wita kecamatan Ambalawi dan sekitarnya memang dilanda hujan deras sehingga menimbulkan banjir di sungai.
Menurut saksi mata Bobby (25) pada wartawan, Selasa (20/1) di kediamannya RT. 01 Dusun Nggaro Nangga menceritakan, Ia bersama dua warga lainnya, Bambang (27) dan Fadah (27) usai Magrib sedang menuju Sori Nggela untuk mencari hewan ternak yang belum kembali. Mereka menduga ternaknya dibawa arus banjir. “Kami bertiga masing-masing membawa senter. Setibanya di Sori Nggela melihat sapi milik Abu Ledo dalam keadaan terikat. Namun saya perintahkan si Bambang untuk mengecek ujung tali tersebut. Kami kaget malah menemukan Abu Ledo dalam keadaan tak bernyawa,” kisahnya.
Saat pertama ditemukan, korban dalam keadaan tidur miring ke kanan dan tangan kanan hingga sikunya terkubur pasir. Korban mengenakan kaos biru dan celana panjang warna hitam. Untuk menghindari ada dugaan pembunuhan, para saksi tidak menyentuh jasad korban dan meminta tolong kepada warga lainnya untuk mengecek keadaan jasad korban.
Tali yang terikat di kaki korban itupun dibuka Sumardin (25) alias Merah anak terakhir korban. Saat itu Merah nampak isteris sambil membuka tali yang melilit ayahnya dengan sapi tersebut. Jasad korban kemudian dibawa secara sederhana melewati sungai yang digenangi banjir setinggi dada orang dewasa.
Selain tiga saksi mata yang menemukan jasad korban. Pada pukul 17.30 wita, warga lainnya yakni Sauki (40), Takwa (25), Adman (27) dan Ale (27) di Sori Raba yang berjarak tak jauh dari lokasi juga sempat melihat korban. Ketika itu mereka sedang mencuci sepeda motor dan melihat Abu Ledo sedang memberikan makanan pada herwan ternak yang baru saja beranak tiga bulan yang lalu.
“Saat itu pak Sauki menegur korban untuk keluar dari sungai tersebut, sebelum banjir datang. Namun saran itu mungkin tidak diindahkan oleh korban. Apalagi empat warga itu tidak melihat secara persis keadaan korban karena dari arah cukup jauh,” terang Bobby mengutip pernyataan Sauki.
Pantauan wartawan, almarhum dimakamkan di Pekuburan Dusun Nggaro Nangga sekitar pukul 14.00 wita. Pihak keluarga tidak mencurigai dengan meninggalnya korban dan sudah mengikhlaskannya karena meninggal akibat kecelakaan. Korban asal Lingkungan Lela Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima itu meninggalkan seorang istri dan empat orang anak serta dua orang cucu. (KS-04)
COMMENTS