$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Prostitusi Terselubung, Dari Hotel ke Kos-Kosan

Biasanya Hotel, Losmen, Penginapan dan Wisma dikenal sebagai tempat penginapan. Namun tidak bagi penikmat sahwat, sarana usaha milik swasta tersebut justeru sering dijadikan lokasi praktek postitusi.

Biasanya Hotel, Losmen, Penginapan dan Wisma dikenal sebagai tempat penginapan. Namun tidak bagi penikmat sahwat, sarana usaha milik swasta tersebut justeru sering dijadikan lokasi praktek postitusi. Para penggemar hubungan badan diluar nikah menganggap tempat itu, lebih-lebih hotel besar aman dan nyaman untuk kegiatan tersebut. Aman karena nyaris tidak pernah dirazia petugas keamanan dan nyaman lantaran ketersediaan fasilitasnya. 

Ilustrasi pasangan mesum
Ilustrasi pasangan mesum

Sehingga, lokasi-lokasi usaha itu merupakan pilihan tepat bagi pasangan mesum. Bahkan, tarif lumayan besar untuk sewa kamar per-satu kali melakukan hubungan tersebut, tidak dipersoalkan. Karena yang utama kepuasaan sekaligus tercapainya keinginan untuk melakukan mesum."Untuk sewa kamar aja ratusan ribu, belum lagi buat kasih pasangan intimnya. Karena, rata-rata yang datang kesinii bukan sepasang kekasih, tapi perempuan yang cari uang, kita juga dikasih uang tips,"" kata salah seorang karyawan hotel di Kota Bima kepada wartawan Koran Stabilitas yang melakukan investigasi terkait postitusi terselubung.

Celakanya, hubungan badan pada tempat itu tidak hanya oleh pasangan dewasa. Namun juga dari oknum mahasiswi, tapi pasanganya sudah menginjak usia 40 Tahun hingga 50 Tahun keatas. "Yang datang di sini bermacam-macam pasangan, ada yang seumuran, ada pula yang perempuanya 20 tahun keatas. Tapi, pasanganya sudah tua," kata karyawan hotel yang enggan namanya dikorankan tersebut.

Namun akunya, hal itu sudah berlangsung lama, sekarang jarang lagi pasangan yang memanfaatkan kamar hotel untuk praktek dimaksud. Beda dengan sebelumnya, pelanggan khusus penikmat seks itu hampir ada setiap hari."Kalau sekarang jarang, kadang ada satu hingga dua pasangan perminggu, gak tahu kenapa. Mungkin, lebih memilih tempat lain. Padahal, di hotel nyaris tak ada razia," tuturnya.

Setelah mewawancara karyawan hotel, wartawan koran ini mendatangi salah satu tempat penginapan. Hasilnya, kondisi usaha itu tak jauh beda dengan yang terjadi di hotel. Mulai dari status pasangan hingga menurunya minat pemanfaatan tempat tersebut. Bedanya, prostitusi terselubung di hotel lebih aman dar rajia, meski tarif kamar terbilang mahal dibanding penginapan. Sementara, di penginapan tarif sewa kamar murah tapi rasa aman dari rajia tidak terjamin. Apalagi, sudah banyak pasangan mesum yang terjaring rajia aparat Polisi dan Pol PP."Pasangan mesum yang kesini sudah sepi. Bisa karena sering terjaring rajia, atau mungkin ada penyebab lain. Tapi yang jelas, tamu semacam itu bahkan sudah tak pernah lagi menggunakan jasa kamar penginapan saya, beda dengan jauh sebelumnya," tandas pemilik penginapan yang juga meminta dirahasiakan nama sekaligus nama usaha miliknya.

Sepertinya, praktek mesum terselubung di hotel dan penginapan bukan lagi pilihan bagi mereka. Pemicunya bisa karena merasa khawatir dan cemas dari rajia, atau lebih karena persoalan ekonomi. Masalahnya, fulus selain diihabiskan buat bayar tarif kamar, kebutuhan makan,juga untuk perempuan pekerja seks komersial (psk) tersebut. Seolah berbanding terbalik dengan sebelumnya, finansial tidak dipikirkan karena yang dicari rasa aman dan kenyamanan dalam melakukan praktek amoral tersebut.

Namun saat ini serba terpikirkan, termasuk finansial, keamanan dan kenyamanan. Sehingga tak heran, apabila lokasi praktek postitusi terselubung dari hotel dan penginapan turun hingga ke kos-kosan. Apalagi, usaha kos di Kota dan Kabupaten Bima hampir ada disetiap desa dan kelurahan. Terutama di lokasi sekitar Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Akademi Kesehatan, dan lokasi lain berpotensi keramaian seperti pasar.

Hasil penelusuran wartawan koran ini dari beberapa sumber menyebutkan, ada beberapa kos-kosan yang terindikasi dimanfaatkan untuk berbuat mesum. Bahkan, sebagai tempat kumpul kebo. Kos-kosan dimaksud bebas dan jauh dari karamaian rumah warga, sehingga kegiatan itu berjalan aman, nyaman dan tidak menghabiskan anggaran besar. Karena, biaya kos berkisar Rp.350 ribu hingga Rp.500 ribu per bulan.

Celakanya, mesum tersembunyi di kamar kos bukan melibatkan laki-laki hidung belang dengan PSK saja. Tapi juga oknum pegawai, mahasiswi, termasuk pasangan mahasiswa dengan siswi SMA bahkan antar sesama pelajar. Fatalnya, akibat dari perbuatan itu, dua orang siswi salah satu SMA di Kota Bima diduga hamil diluar nikah. Dua pelajar yang tinggal di kos-kosan di Wilayah Kecamatan Asakota Bima itu diduga hamil akibat menjalin hubungan badan terselubung dengan pacarnya di kos-kosan tersebut.

Praktek terselubung dari hotel, penginapan hingga merambat ke kos-kosan marak terjadi, karena diberi keleluasan dan kebebasan. Bebas, karena disinyalir pihak hotel dan penginapan tidak menegakkan aturan perihal larangan berbuat mesum untuk pasangan bukan suami istri. Sama halnya, yang terjadi di penginapan dan pelaku bisnis kos-kosan. Hanya saja, dua usaha tersebut sudah memiliki ijin resmi dari Pemerintah. Sedangkan, bisnis usaha kos-kosan masih terkesan liar. Jadi, aturan yang berlaku tergantung dan dibuat sesuai selera pemilik kos. Solusinya, pemerintah harus segera membuat Peraturan Daerah (Perda) menyangkut usaha dimaksud. Sehingga, pengawasan dan kontrol pemerintah melalui dinas terkait dapat dilaksanakan secara maksimal. (KS-09)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1623,Hukum Kriminal,2143,Kesehatan,387,Korupsi,752,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1273,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Prostitusi Terselubung, Dari Hotel ke Kos-Kosan
Prostitusi Terselubung, Dari Hotel ke Kos-Kosan
Biasanya Hotel, Losmen, Penginapan dan Wisma dikenal sebagai tempat penginapan. Namun tidak bagi penikmat sahwat, sarana usaha milik swasta tersebut justeru sering dijadikan lokasi praktek postitusi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuH8t5ftO9SfFJGQqvM9NzPdZ8WmGrMviBL-3Jn6oNhAQqjvpj2Qp6SAaJDM3ffT7z1LdjBX1IE2NOUrO7eFXjCfVIKDt1eImAaB27_dpRrniFT7CYtYU5moaYVoco1tciTq4PqHBPhBQI/s1600/Dewan_Mesum_Ciderai_Integritas_Legislatif.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuH8t5ftO9SfFJGQqvM9NzPdZ8WmGrMviBL-3Jn6oNhAQqjvpj2Qp6SAaJDM3ffT7z1LdjBX1IE2NOUrO7eFXjCfVIKDt1eImAaB27_dpRrniFT7CYtYU5moaYVoco1tciTq4PqHBPhBQI/s72-c/Dewan_Mesum_Ciderai_Integritas_Legislatif.jpg
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2015/04/prostitusi-terselubung-dari-hotel-ke.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2015/04/prostitusi-terselubung-dari-hotel-ke.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy