$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Diduga Keroyok Warga, Dua Oknum Polisi Dipanggil Propam

Institusi Polri kembali tercoreng karena ulah dua oknum Anggotanya,yang ada diwilayah hukum Polres Bima Kota, yang diduga melakukan tindakakan kekerasan terhadap warga.

Bima, KS.- Institusi Polri kembali tercoreng karena ulah dua oknum Anggotanya,yang ada diwilayah hukum Polres Bima Kota, yang diduga melakukan tindakakan kekerasan terhadap warga. Ke dua oknum tersebut diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap salah seorang pemuda bernama Hedy A. Putra asal Desa Tambe Kecamatan Bolo pada Sabtu (17/10). Dari kejadian itu, Pemuda Tambe mengalami luka memar disekujur tubuh.

Peristiwa memalukan institusi Polri itu terjadi, pada moment Kampanye IDP di Kecamatan Bolo. Menurut cerita korban yang juga tokoh pemuda Tambe itu, sebelumnya diriny dan sejumlah pemuda lain di Desa Tambe telah diberikan mandat oleh unsur Muspika di Kecamatam Bolo untuk menjaga Stabilitas keamanan di Kecamatan Bolo saat adanya kegiatan Kampanye.

Dengan mandat itu, korban manfaatkan untuk meciptakan kondisi Kampanye yang damai dan aman di Kecamatan Bolo. Hedy dan pemuda lainnya,berantusias mengamankan kampanye yang berlangsung tersebut. Pada saat kampanye IDP dilapangan Tambe, terjadi insiden pelemparan yang diduga dilakukan oleh oknum warga lainnya. Kebetulan saat itu korban berada beberepa meter dari lokasi pelemparan tersebut.

Mengetahui adanya insden pelempran tersebut, korban yang dimandatkan untuk menjaga kemanan kampanye, tepanggil untuk ikut mengetahui kejadian yang sebenarnya. Namun naas, ketika hendak keluar dari rumah warga, yang saat itu kondisi jalan yang macet, ia mencoba mengatur lalu lintas karena kondisi jalan macet dikerumuni warga.

Tiba-tiba hadir salah seorang oknum anggota Polisi, Bripka, Haerunnas dengan membawa senjata laras panjang. Melihat Polisi dengan pakaian preman, membawa senjata lengkap, ia menyarakan kepada Polisi tersebut untuk tidak memperlihatkan senjatanya disaat kondisi sedang panas. Alasannya, karena jika masyarakat melihat senjata maka akan bertambah panas kondisinya.

Bukannya menerima baik saran dari korban, malah oknum Polisi memarahi korban. Oknum Polisi yang diketahui bertugas ke Polsek Wawo itu memperlihatkan arogansinya. Dan mengeluarkan bahasa menantang.
“kamu siapa, saya ini Polisi, saya punya tugas untuk mengatur ini,” kutip korban saat diwawancarai Wartawan Stabilitas, Senin (19/10) malam.

Setelah terjadi argumentasi, secara tiba-tiba datanglah oknum Kapolsek Langgudu, IPDA. Juanda, SH yang langsung mencekik leher korban. Setelah mencekik, oknum Kapolsek menyuruh warga yang berkerumun di lokasi pelemparan rumah warga itu untuk memukul korban karena dianggap provokator. “Ini dia provokatornya, pukul dia, pukul dia,” kutip korban menirukan suara Kapolsek Langgudu itu.

Setelah disuruh oknum Kapolsek untuk memukul korban, warga-pun ikut mengeroyok korban. Dari kejadian itu, korban mengalami luka memar disekujur tubuh. Karena merasa diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat penegak hukum tersebut, Korban memeriksa dan melakukan visum di PKM Bolo. Dan Sabtu malam, korban datang melaporkan perlakukan kasar dua oknum Polisi ke Propam Polres Bima Kota. “Setelah divisum, Malam itu juga saya datang malam ke Kantor Polres Bima Kota untuk melaporkan ke dua Polisi yang keroyok saya,” terangnya

Sementara itu, Kapolsek Langgudu, IPDA, Juanda, SH membantah keras telah melakukan pengeroyokan terhadap pemuda Desa Tambe. Bahkan ia mengaku jika dirinya yang melakukan penyelamatan terhadap korban saat di keroyok oknum warga. “Tidak masuk akal, masa saya provokator dalam insiden itu, saya ini aparat penegak hukum, tidak mungkin saya arahkan warga untuk main hakim sendiri,” elaknya melalui telephone Selasa (20/10) .

Tidak hanya itu, Ia bahkan berani bersumpah jika dirinya melakukan hal yang mencoreng intitusinya. “Saya ini level Kapolsek yang pimpin wilayah hukum Kecamatan, kita harus berpikir logis saja, tidak ada kepentingan saya dalam insiden itu. harusnya dia (korban) berterima kasih kepada saya karena sudah menyelamatkan dia dari amuk massa,” imbuhnya.

Juanda mengaku dirinya sudah menerima surat panggilan klarifikasi oleh Propam Polda NTB terkait insiden yang mencatut namanya. “Saya dalam waktu dekat akan menghadap Propam Polda untuk klarifikasi,” ujarnya.

Bripka Haerunnas, Selasa (20/10) kemarin melalui handphone juga membantah keras terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dirinya tidak pernah melakukan aksi kekerasan dan menodong senjata kearah korban ketiaka terjadi insiden pengeroyokan itu.

Kehadiran dirinya dengan senjata lengkap itu bukan dalam keadaan bertugas. Ia sedang menjemput isteri dan kedua anaknya di Sila Tambe. Kebetulan TKP dekat dengan rumah mertuannya. Secara spontanitas dirinya mencoba mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. “Kami ini di didik untuk disiplin oleh intitusi Polri. Tidak mungkin kami terpancing dengan insiden kecil itu,” katanya.

Haerunnas mengaku sedang berada di Polda NTB untuk memberikan klarifikasi terkait laporan pemuda Tambe. “Saya sudah menghadap Propam terkait masalah yang ditudukan kepada saya, besok (hari ini,red) saya akan diperiksa,” imbuhnya.

Kabid Propam Polda NTB, AKBP Benny Basyir,yang dimintai keteranganntya melalui Handphonnya, membenarkan adanya laporan terkait ulah kedua anggotanya yang bertugas di wilayah Hukum Polres Bima Kota.

Dengan adanya lapoirannya tersebut, pihgaknya langsung mengambil langkah klarifikaksi terkait dengan insiden tersebut. “Kami sudagh menerima laporannya, dan dalam waktu dekat akan mengklarifikasi terhadap dua anggota itu,” singkat mantamn Kapolres Bima Kota melalui Handphon, Senin (19/10).(KS-Ryan G)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1625,Hukum Kriminal,2144,Kesehatan,387,Korupsi,753,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1274,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Diduga Keroyok Warga, Dua Oknum Polisi Dipanggil Propam
Diduga Keroyok Warga, Dua Oknum Polisi Dipanggil Propam
Institusi Polri kembali tercoreng karena ulah dua oknum Anggotanya,yang ada diwilayah hukum Polres Bima Kota, yang diduga melakukan tindakakan kekerasan terhadap warga.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2015/10/diduga-keroyok-warga-dua-oknum-polisi.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2015/10/diduga-keroyok-warga-dua-oknum-polisi.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy