$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home

Diduga, Ada Kepentingan Terselubung Dibalik Penolakan Merger

Sudah beberapa kali dilangsungkan pertemuan guna membahas persoalan penggabungan dua SDN di Kelurahan Tanjung Kota Bima, yakni SDN 41 dan SDN 29. Namun, pertemuan itu seolah menuai jalan buntu.

Kota Bima, KS.– Meksipun, sudah beberapa kali dilangsungkan pertemuan guna membahas persoalan penggabungan dua SDN di Kelurahan Tanjung Kota Bima, yakni SDN 41 dan SDN 29. Namun, pertemuan itu seolah menuai jalan buntu. Masalahnaya, terdapat dua kubu dibalik rencana penggabungan dua sekolah bertetangga tersebut. Disatu sisi terdapat kubu yang mendukung, disisi lain ada kubu yang menolak dilakukan merger dua SDN tersebut. Namun, reaksi kubu yang menolak dengan dalih historis dan lain sebagainya dianggap tidak tepat. Bahkan, dari pihak Akademisi Pendidikan, yakni Herman, M.Pd menduga ada kepentingan terselubung oknum tak bertanggungjawab dibalik penolakan tersebut.

Dikatakanya, reaksi penolakan dengan dalih hostoris hingga cenderung mengatasnamakan masyarakat tersebut, bisa jadi dari oknum yang takut kehilangan sesuatu yang saat ini dimilikinya. Tapi, Semua itu tergantung sungguh pemerintah, apakah melakukan merger ataukah tidak.”Saya menduga, penolakan itu bukan murni kemauan warga. Tapi, lebih karena kepentingan oknum tak bertanggungjawab,” ungkap Herman kepada Koran Stabilitas Selasa (19/01) kemarin.

Bagi Putra asli kelahiran Tanjung itu, dalih penolakan karena SDN 41 mengandung nilai sejarah tidak bisa diterima secara akal sehat. Jadi, tidak bisa dijadikan acuan atau dasar bagi Pemerintah untuk membatalkan penggabungan dua SDN tersebut. Mengingat, terdapat keuntungan besar baik untuk warga setempat, lebih-lebih untuk generasi bangsa dilingkungan tersebut. Dibanding, tidak dilakukan merger.”Saya rasa, pemerintah mesti mempertimbangkannya, mana yang paling besar manfaat dari merger atau tidak. Menurut saya, merger manfaatnya jauh lebih besar ketimbang tidak,” ujarnya.

Lagipula lanjutnya, selain manfaatnya besar, jumlah masyarakat yang mendukung merger lebih besar daripada yang menolak. Lalu apa lagi yang harus dipikirkan, pemerintah harus segera menggabungkan dua sekolah tersebut. Sebagai salah satu upaya, langkah penting pemerintah dibidang pendidikan dalam kerangkan penyelamatan generasi bangsa di lingkungan tersebut.”Pilihan terbaik adalah merger daripada memenuhi tuntutan kubu oknum berkepentingan. Lagipula, sebagian besar masyarakat tanjung menginginkan agar dua sekolah itu digabung, agar SMPN 13 memiliki lahan dan gedung sendiri,” terangnya mengakhir komentar.

Sebelumnya, ia juga menyampaikan bahwa merger merupakan harga mati yang harus terlaksana. Manfaatnya pun jauh lebih besar, antara lain menjadi solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi SMPN 13 dan SDN 29. Sebab, selama ini dua sekolah dimaksud melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam satu lokasi. Praktis, kekhawatiran akan terjadinya sesuatu yang tak diinginkan antara pelajar SDN dan SMP lantaran berada dalam satu lingkungan sekolah pun dapat teratasi. Selain itu, marger juga akan menguntungkan pemerintah salah satunya dari sektor keuangan. Bahkan sebutnya, mutu pendidikan terutama dilingkungan tersebut bakal mengalami peningkatan tak terbantahkan. Sejatinya, keputusan menggabungkan dua SD itu merupakan salah satu bentuk perhatian penting pemerintah terhadap mutu pendidikan dilingkungan yang selama ini dicap kumuh tersebut.

”Pertimbangan yang paling penting adalah nasib generasi bangsa, bagaimana upaya kongkriet kita berbuat demi menyelamatkan masa depan mereka. Saya yakin, dengan marger SMP itu akan menjadi salah satu sekolah icon terutama bagi masyarakat setempat. Artinya, sekolah itu menjadi satu-satunya pilihan tepat bagi pelajar dari kelurahan tersebut,” tandasnya.

Tapi kalau seandainya langkah itu batal terlaksana, ia justru khawatir akan muncul gejolak dan akan berdampak buruk pada masa depan anak bangsa. Sehingga, mutu pendidikan dilingkungan setempat bukan semakin maju dan berkembang, tapi justru mengalami kemunduran. Solusi yang paling efektif dan tepat, pemerintah mesti melakukan marger dua SDN tersebut. Walaupun harus berhadapan dengan segelintir orang yang menolak dengan hal itu.”Apapun dalihnya, terlepas ada yang kontra, marger mesti terlaksana. Sekali lagi, saya tegaskkan marger adalah harga mati, saya bersama warga tanjung siap pasang badan demi terlaksananya hal itu,” tegasnya. (KS-03)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1623,Hukum Kriminal,2143,Kesehatan,387,Korupsi,752,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1561,Pendidikan,832,Politik,1273,Sosial Ekonomi,2602,
ltr
item
Koran Stabilitas: Diduga, Ada Kepentingan Terselubung Dibalik Penolakan Merger
Diduga, Ada Kepentingan Terselubung Dibalik Penolakan Merger
Sudah beberapa kali dilangsungkan pertemuan guna membahas persoalan penggabungan dua SDN di Kelurahan Tanjung Kota Bima, yakni SDN 41 dan SDN 29. Namun, pertemuan itu seolah menuai jalan buntu.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2016/01/diduga-ada-kepentingan-terselubung.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2016/01/diduga-ada-kepentingan-terselubung.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy