$type=carousel$sn=0$cols=4$va=0$count=5$show=home


Perjuangan Ibu Demi Se Buah Hati | Puluhan Tahun Rela “Begadang” Di Tepi Jalan

Ibu dua anak tersebut, bahkan harus begadang setiap malam dipinggir Jalan Raya deretan Pasar Senggol Kota Bima Berteman hanya untuk menjajakan barang baganganya.

Kota Bima, KS.- Setiap manusia memiliki kisah dan cerita dalam menjalani kehidupan, karena manusia diciptakan dengan ciri, profesi dan rezeki masing-masing. Sehingga, bukanlah sesuatu yang mustahil apabila kehidupan terkadang berjalan mulus tanpa hambatan. Bahkan, ada yang selalu dihadapkan dengan beragam persoalan, hilang satu muncul masalah baru seolah tak pernah luput dari masalah. Namun, itu bagian dari dinamika kehidupan, ujian agar manusia dapat berbenah, instropeksi diri, sabar, tabah dan bisa lebih dewasa juga bijak dalam menjalani kehidupan. Karena sesungguhnya, Jodoh, Takdir, dan Nasib merupakan rahasia sang Maha Pencipta, kaya miskin, besar kecil penghasilan yang didapat dari hasil keringat tak jadi soal, yang terpenting profesi itu ditekuni dan dijalani dengan penuh keikhlasan juga ketulusan hati.

Demikian halnya, dengan kisah perjalanan hidup, Linda, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Ibu dua anak tersebut, bahkan harus begadang setiap malam dipinggir Jalan Raya deretan Pasar Senggol Kota Bima Berteman hanya untuk menjajakan barang baganganya. Profesi dengan menggunakan rombong seadanya itu bukan satu dua tahun dilakoni. Melainkan, sudah berlangsung selama puluhan tahun. IRT berumur 40 Tahun itu berjuang keras demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya dua orang buah hatinya.

”Pekerjaan ini sudah lama saya tekuni, begadang dirombong ini bukan hal baru,tapi sudah biasa. Malah, sudah berlangsung selama puluhan tahun, tidak ada istilah suka tidak suka, yang namanya kebutuhan tidak bisa diajak kompromi. Kalau tidak kerja, mau dapat uang darimana,” ujarnya kepada Koran Stabilitas dilokasi penjualan Rabu malam.

Meksi penghasilan yang didapat dari pekerjaan itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan termasuk biaya pendidikan putra pertamanya yang masih duduk di Kelas III SDN. Namun hal itu tak jadi soal, karena baginya rezeki setiap manusia tidak menentu, kadang ada kadang tidak, hari ini ada besok atau lusa mungkin hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari, bahkan hampir tak sama sekali diberi rezeki. Tapi ia berkeyakinan, apapun yang sudah dan sedang terjadi, termasuk menyangkut besar kecilnya rezeki yang didapat tidak terlepas dari kehendak sang Maha Kuasa. ”Laris tidaknya jualan tak jadi masalah, tak membebani pikiran saya. Bagi saya, yang paling penting adalah terus berusaha,tekun, fokus, sabar dan ikhlas, walau rezeki yang didapat tak sesuai harapan. Yakin saja, kelak kita akan mendapat yang lebih baik, cuman tidak boleh putus asa karena itu akan mendekatkan pada prilaku malas,” katanya.

Terbukti sampai saat ini, dirinya masih sanggup bertahan hidup, menjadi tulang punggung keluarga hingga membiayai pendidikan putri dan putranya yang kini duduk di bangku kelas III SDN. Meski, selama berpuluhan tahun harus bergadang dari sejak pukul 18:00 hingga Ba,da Adzan Subuh. Sedihnya lagi, sejak satu tahun terakhir ini pekerjaanya kian bertambah, karena selain harus mengurus dan melayani pembeli, juga mesti mengurus bayi perempuanya yang masih berumur 1 Tahun lebih.”Setiap malam, selain melayani pembeli, saya pun disibukan dengan urusan se kecil ini. Jadi sangat dibutuhkan kesabaran, kalau tidak mana mungkin saya bisa bertahan dengan pekerjaan ini,” tuturnya.

Diakuinya, penghasilan yang didapat selama menekuni pekerjaan tersebut relatif, kadang ada kadang hanya cukup untuk kebutuhan lauk pauk dan belanja anaknya yang sekolah. Tapi itu tergantung malamnya, kalau malam minggu bisa sampai Rp.1 Juta-an, malam lain hanya Rp.200 Ribu hingga Rp.400 Ribu. Meksi demikian, akan tetapi dirinya bersyukur karena hampir tidak pernah dihadapkan dengan hambatan berarti selama menjual ditepi jalan raya ini. ”Alhamdulillah, saya tidak pernah mengalami hambatan. Kalaupun ada, hanya menyangkut penghasilan. Tapi, saya tetap semangat, semangat karena mereka, karena anak-anak ini,” pungkasnya seraya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bima senantiasa memberi bantuan rombong jualan. Mengingat, rombong pribadi miliknya sudah mengalami kerusakan. (KS-03)

COMMENTS

BLOGGER




Nama

Featured,1618,Hukum Kriminal,2142,Kesehatan,387,Korupsi,751,Olahraga,236,Opini,134,Pemerintahan,1560,Pendidikan,832,Politik,1270,Sosial Ekonomi,2601,
ltr
item
Koran Stabilitas: Perjuangan Ibu Demi Se Buah Hati | Puluhan Tahun Rela “Begadang” Di Tepi Jalan
Perjuangan Ibu Demi Se Buah Hati | Puluhan Tahun Rela “Begadang” Di Tepi Jalan
Ibu dua anak tersebut, bahkan harus begadang setiap malam dipinggir Jalan Raya deretan Pasar Senggol Kota Bima Berteman hanya untuk menjajakan barang baganganya.
Koran Stabilitas
https://www.koranstabilitas.com/2016/03/perjuangan-ibu-demi-se-buah-hati.html
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/
https://www.koranstabilitas.com/2016/03/perjuangan-ibu-demi-se-buah-hati.html
true
8582696224840651461
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy