Lebih-lebih, tahapan proses hukum guna mengungkap dugaan keterlibatan oknum lain. Salah satunya, dugaan keterlibatan HB Ketua Gapensi Kabupaten Bima.
Bima, KS. - Kendati, Penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Bima Kota, sudah berhasil mengungkap pelaku dugaan Korupsi Fiber Glass. Walaupun, masih berstatus calon tersangka, belum resmi tersangka.Namun, polisi tetap didesak untuk serius menangani dugaan korupsi yang menghabiskan APBD senilai Rp.1 Miliar tersebut. Lebih-lebih, tahapan proses hukum guna mengungkap dugaan keterlibatan oknum lain. Salah satunya, dugaan keterlibatan HB Ketua Gapensi Kabupaten Bima.
Desakan agar polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap politisi golkar tersebut disampaikan Korda ITK Bima, Nurdin, AR. Pengurus ITK baru itu menganggap hal itu penting dan harus dilakukan demi membongkar siapa saja yang terlibat."Segera periksa saudara HB atas dugaan pemalsuan documen CV.LA MANGGILA," tegas Nurdin kepada Koran Stabilitas.
Apalagi lanjutnya, praktek berbau pelanggaran hukum tersebut disinyalir tanpa sepengetahuan Dirut perusahaan tersebut. Parahnya, dugaan kejahatan tersebut berlangsung dari proses penawaran hingga pencairan dana di Bank. Artinya, tindakan itu disinyalir dilakukan secara bersama-sama.Alasanya, perbuatan orang kepercayaan Hj.Fera Amalia tersebut berjalan mulus seolah tak ada pelanggaran.Buktinya, perusahaan itu diloloskan untuk mengerjakan paket proyek tersebut.
"Logikanya sederhana saja, sangat nggak mungkin perbuatan itu mulus kalau tidak secara bersama-sama. Apalagi, aroma pelanggaran itu sejak proses penawaran,PHO, hingga pencairan dana di bank," duganya.
Indikasi kejahatan itu, diperkuat dengan pengakuan Dirut CV.La Manggila yakni Rafik. Bahkan, pemilik perusahaan yang diketahui tangan kanan Dae Fera tersebut membongkar perbedaan tandatangan antara dirinya dengan HB. Perbedaan itu terlihat ketika tandatangan dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri."Hal itu setidaknya dapat dijadikan bahan untuk mengungkap keterlibatan HB.Walaupun, yang bersangkutan membantah dugaan tersebut.Tapi, persoalan itu mesti diproses hingga berhasil mengungkap siapa sesungguhnya pelaku dugaan pemalsuan documen perusahaan dimaksud," ujarnya.
pada momen itu, LSM yang juga melaporkan dugaan korupsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holticultura di Polres Bima Kabupaten itu, sangat mengapresiasi langkah polisi dalam memeriksa Dirut CV La Manggila, Rafik tersebut. Pasalnya, itu adalah salah satu cara penegak hukum demi mencari tahu,mengumpulkan data pendukung seputar dugaan kejahatan tersebut. Tapi, proses hukum soal itu harus serius sampai ada kejelasanya.Jadi, tidak saja semangat diawal. Melainkan, tetap semangat hingga proses akhir."Kalau dirut cv sudah diperiksa, maka pihak terkait paket proyek tersebut pun harus diperiksa. Seperti, panitia di PU, PHO, Bagian Keuangan.Termasuk, pihak Bank lebih-lebih terduga pelaku (HB red)," pungkasnya. (KS-03)
Desakan agar polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap politisi golkar tersebut disampaikan Korda ITK Bima, Nurdin, AR. Pengurus ITK baru itu menganggap hal itu penting dan harus dilakukan demi membongkar siapa saja yang terlibat."Segera periksa saudara HB atas dugaan pemalsuan documen CV.LA MANGGILA," tegas Nurdin kepada Koran Stabilitas.
Apalagi lanjutnya, praktek berbau pelanggaran hukum tersebut disinyalir tanpa sepengetahuan Dirut perusahaan tersebut. Parahnya, dugaan kejahatan tersebut berlangsung dari proses penawaran hingga pencairan dana di Bank. Artinya, tindakan itu disinyalir dilakukan secara bersama-sama.Alasanya, perbuatan orang kepercayaan Hj.Fera Amalia tersebut berjalan mulus seolah tak ada pelanggaran.Buktinya, perusahaan itu diloloskan untuk mengerjakan paket proyek tersebut.
"Logikanya sederhana saja, sangat nggak mungkin perbuatan itu mulus kalau tidak secara bersama-sama. Apalagi, aroma pelanggaran itu sejak proses penawaran,PHO, hingga pencairan dana di bank," duganya.
Indikasi kejahatan itu, diperkuat dengan pengakuan Dirut CV.La Manggila yakni Rafik. Bahkan, pemilik perusahaan yang diketahui tangan kanan Dae Fera tersebut membongkar perbedaan tandatangan antara dirinya dengan HB. Perbedaan itu terlihat ketika tandatangan dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri."Hal itu setidaknya dapat dijadikan bahan untuk mengungkap keterlibatan HB.Walaupun, yang bersangkutan membantah dugaan tersebut.Tapi, persoalan itu mesti diproses hingga berhasil mengungkap siapa sesungguhnya pelaku dugaan pemalsuan documen perusahaan dimaksud," ujarnya.
pada momen itu, LSM yang juga melaporkan dugaan korupsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holticultura di Polres Bima Kabupaten itu, sangat mengapresiasi langkah polisi dalam memeriksa Dirut CV La Manggila, Rafik tersebut. Pasalnya, itu adalah salah satu cara penegak hukum demi mencari tahu,mengumpulkan data pendukung seputar dugaan kejahatan tersebut. Tapi, proses hukum soal itu harus serius sampai ada kejelasanya.Jadi, tidak saja semangat diawal. Melainkan, tetap semangat hingga proses akhir."Kalau dirut cv sudah diperiksa, maka pihak terkait paket proyek tersebut pun harus diperiksa. Seperti, panitia di PU, PHO, Bagian Keuangan.Termasuk, pihak Bank lebih-lebih terduga pelaku (HB red)," pungkasnya. (KS-03)
COMMENTS