Penyidik kejaksaan Negeri Raba Bima terus memburu para koruptor di Bima.Sebelumnya, berhasil ungkap kredit fiktif di Bank Syariah Indonesia ...
Penyidik kejaksaan Negeri Raba Bima terus memburu para koruptor di Bima.Sebelumnya, berhasil ungkap kredit fiktif di Bank Syariah Indonesia (BSI) yang saat ini pelaku korupsi tengah berada dibalik jeruji besi.Kali ini,salah seorang pejabat BNI unit Woha ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi kredit fiktif senilai Rp.450juta.
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Raba Bima, Catur Hidayat,SH
BIMA,KS.-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima menetapkan pejabat BNI KCP Woha sebagai tersangka dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bima, Catur Hidayat membenarkan telah menetapkan pejabat BNI Woha inisial AR (Arif Rahman) sebagai tersangka.
“Iya, benar AR sudah kita tetapkan sebagai tersangka (dugaan korupsi KUR),” kata Catur Hidayat yang biasa disapa Yabo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan via whatsaapnya, Kamis (6/3).
Kasus dugaan korupsi KUR jagung di BNI KCP Woha ini terjadi tahun 2021 lalu dan merugikan negara sekitar sebesar Rp.450Juta.
Menurut Yabo, tersangka Arif Rahman berperan meloloskan bahan pengajuan pinjaman KUR dari 9 orang korban.
“Usai pinjaman cair, para korban tidak menerima uang. Uang justru diambil semua oleh warga inisial AS,” ujarnya.
Saat kasus ini terjadi, tersangka Arif Rahman menjabat sebagai Penyedia Pemasaran BNI KCP Woha.
“Dalam waktu dekat ini tersangka AR akan diperiksa kembali sebagai tersangka,"ucap mantan Kasi Intelijen Kejari Lombok Tengah itu.
Diberitakan sebelumnya, 9 orang warga Desa Tambe Kecamatan Bolo mengajukan kredit dana KUR di BNI KCP Woha pada tahun 2021 masing-masing senilai Rp.50 juta.
Hanya saja, para korban tidak pernah menerima uang hingga saat ini."Mereka baru mengetahui ada hutang setelah diberitahu saat mengajukan pinjaman di bank lain,"ungkapnya. (KS-Tim)
COMMENTS