Perombakan dan pergantian posisi serta jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, yang dikenal sebagai mutasi jabatan jilid II di bawah k...
Perombakan dan pergantian posisi serta jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, yang dikenal sebagai mutasi jabatan jilid II di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ady Mahyudi–dr. Irfan, dipastikan tidak akan diwarnai praktik lobi-lobi jabatan, apalagi dengan pemberian mahar.
BIMA, KS.- Hal tersebut ditegaskan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Bima, Rafidin, S.Sos., kepada wartawan, kemarin. Ia menyampaikan bahwa penegasan tersebut sejalan dengan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bima terpilih saat berkampanye pada ajang Pilkada tahun lalu.
“Pokoknya tidak ada lobi jabatan, apalagi memberikan sesuatu berupa mahar, karena hal itu bertentangan dengan janji politik Bupati dan Wakil Bupati,” tegas mantan Ketua PWI Perwakilan Bima yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima itu.
Rafidin juga berpesan kepada seluruh tim sukses maupun orang-orang terdekat Bupati dan Wakil Bupati Bima agar tidak ikut campur dalam urusan penempatan jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
“Saya berharap semua pihak memberikan keleluasaan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bima,” paparnya.
Selain itu, ia meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Bima menempatkan orang yang tepat di setiap dinas, sehingga program-program yang telah dicanangkan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat Kabupaten Bima.
Ia juga mengimbau partai pendukung serta tim sukses pasangan Ady–Irfan saat Pilkada lalu agar tidak terlalu ikut ambil bagian dalam perombakan perangkat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima. Dengan demikian, Bupati dan Wakil Bupati yang dibantu Tim Baperjakat dapat bekerja secara maksimal dan menetapkan pejabat yang profesional di bidangnya masing-masing, guna membantu menuntaskan janji politik saat kampanye lalu.
(KS/MUL)

COMMENTS