Program Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo kembali diwarnai kegiatan pemberdayaan perempuan dan pengembangan kerajinan tenun. Kegiatan ...
Program Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo kembali diwarnai kegiatan pemberdayaan perempuan dan pengembangan kerajinan tenun. Kegiatan tersebut merupakan kemitraan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima.
BIMA, KS.- Kegiatan yang melibatkan perajin tenun dan anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) tersebut mengusung tema “Dari Alam untuk Warna Lebih Alami”. Program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan produk tenun lokal melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sejumlah bahan seperti daun jati, daun kedondong, tawas dan tunjung dimanfaatkan dalam proses pewarnaan kain tenun. Bahan-bahan tersebut diolah untuk menghasilkan warna alami sekaligus membantu mempertahankan kualitas warna pada kain agar tidak mudah luntur.
Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H. Irfan Zubaidy, A.Md., bersama Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, S.E., hadir dalam pendampingan Pelatihan Pewarnaan Alami Kain Tenun yang berlangsung Kamis (20/8/2026) di rumah Kepala Desa Ragi, Kecamatan Palibelo.
Dalam arahannya, Ny. Hj. Anita mengapresiasi kreativitas para perajin tenun Desa Ragi yang terus berupaya mengembangkan keterampilan dan melakukan inovasi.
Ia berharap pemanfaatan pewarna alam dapat menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan nilai tambah kain tenun Bima sekaligus memperkuat karakter produk lokal.
“Perempuan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan daerah. Keterampilan seperti ini perlu terus dikembangkan agar tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi menyampaikan pentingnya penguatan keterampilan dan kreativitas perempuan yang bergerak di bidang usaha.
Menurutnya, penggunaan pewarna alami merupakan salah satu langkah inovatif untuk menghasilkan produk tenun dengan karakter khas sekaligus lebih ramah lingkungan. Ia juga mendorong peserta terus mengeksplorasi berbagai bahan alami yang dapat menghasilkan warna menarik pada kain tenun.
Melalui kegiatan tersebut, GOW, DWP dan IPEMI Kabupaten Bima mendorong pengembangan keterampilan perempuan di desa sekaligus membuka peluang penguatan UMKM, pelestarian tenun Bima dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
(KS TIM)

COMMENTS