Meskipun, sudah banyak pelaku pencurian motor (Curanmor) yang berhasil dejebloskan kedalam penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatanya.
Meskipun, sudah banyak pelaku pencurian motor (Curanmor) yang berhasil dejebloskan kedalam penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatanya. Bahkan, ada pelaku yang dihakimi massa hingga meninggal dunia. Namun, kasus curanmor baik di Kabupaten maupun Kota Bima semakin merajalela.
Data yang diperoleh Koran Stabilitas,tercatat kasus curanmor yang paling banyak terjadi di Rumah Sakit (RS), Puskesmas termasuk di RS PKU Muhamadiyah Bima. Anehnya, sepeda motor yang berhasil Anehnya, sebagian besar sepeda motor yang berhasil dicuri adalah milik pegawai RS tersebut.
Senin malam kemarin, dua orang pelaku yg diketahui berasal dari Kecamatan Langgudu hampir membawa kabur satu unit Sepeda Motor Jupiter MX milik salah seorang perawat RS PKU Muhamadiyah. Beruntung,aksi itu sukses digagalkan oleh petugas Security yang merasa curiga dengan gerak gerik kedua pelaku tersebut.
Satpam RS PKU Muhamadiyah,Akidah kepada koran Stabilitas Rabu (25/06) kemarin menceritakan,dua pemuda yang diduga pelaku curanmor datang sekitar pukul 17:30 sore. Merasa curiga dengan tingkah kedua pemuda tersebut,dirinya mengawali pengintaian. "Awalnya,saya curiga dengan gerak gerik kedua pelaku yang duduki satu persatu motor ditempat parkir tersebut.Hingga akhirnya,saya memutuskan untuk mengintai aksi kedua pelaku tersebut,"katanya.
Kecurigaan semakin bertambah,ketika salah seorang pelaku hendak mengambil sepeda motor milik CS RS setempat.Hanya saja,aksi itu batal dilakukan karena cakram sepeda motor itu digembok. "Sebenarnya,sepeda motor milik CS yang berhasil dibawa kabur. Tapi, tidak jadi karena cakramnya digembok,"ujarnya.
Aksi yang sudah lama meresahkan masyarakat lanjutnya,tidak berhenti disitu saja.Melainkan,terus dilakukan dengan target sepeda motor lain yang berada ditempat parkir tersebut. Namun, niat jahat pelaku kembali tidak membuahkan hasil.Karena,motor Jupiter MX milik keluarga pasien tidak memiliki Stater kaki juga tangan. " Sepeda motor Jupiter milik keluarga pasien yg baru saja parkir tdiak memiliki stater kaki dan tangan.Sehingga,pelaku kesulitan menghidupkan motor tersebut. Tapi,kunci kontak sudah dalam keadaan rusak,"tutur pria berbadan kekar asal Kelurahan Jatibaru tersebut.
Entah karena tidak ingin sia-sia dalam melakukan aksi tersebut katanya,pelaku kembali mencari target sepeda motor lain. Praktis,sepeda motor Jupiter MX milik Muis salah seorang perawat RS setempat-pun menjadi sasaran empuk bagi pelaku. Apalagi,sepeda motor itu diparkir di samping ATM BNI."Aksi pelaku hingga ketiga kali tdk saya ganggu. Karena,saya harus menunggu hingga motor itu dihidupkan. Tidak ingin kelolosan, saya kemudian mendekati pelaku yg sedang mendorong motor tersebut. Apalagi,saya mengenal betul motor yang didorong pelaku merupakan milik Perawat RS Muhamadiyah,"bebernya.
Setelah dideKati tambahnya, pelaku justeru mengaku apabila motor itu merupakan milik keluarganya yang sedang dirawat di RS ini. Namun,alasan pelaku untuk mengelabui dirinya tidak berhasil dilakukan.Sebab, dia mengenal betul mana motor milik pegawai RS Muhamadiyah dan manapula motor milik keluarga pasien."Tidak mau pengintaian dri awal hingga akhir gagal begitu saja. Saya-pun menghampiri pelaku dan menanyakan STNK motor itu.Sempat dia keluarkan STNK,tapi saya tdk percaya begitu saja. Bahkan, pelaku sempat ingin melawan. Sehingga,saya memutuskan utk membawa pelaku itu keruang jaga keamanan RS tersebut,"tandasnya.
Namun, baru satu pelaku saja yg dibawa ke Ruang Keamanan. Sementara,satu orang rekan seprofesinya berusaha kabur lewat pintu belakang. Sayangnya usaha rekan pelaku utk meloloskan diri berhasil digagalkan oleh rekan Satpam tersebut.Singkatnya,kedua pelaku berhasil diamankan di ruang jaga satpam RS setempat. "Sembari menunggu Aparat Kepolisian yang jemput pelaku, kedua pelaku berikut kunci T dan Barang Bukti (BB)berupa motor Jupiter MX diamankan utk sementara. Sesaat kemudian, Polisi tiba dilokasi dan membawa BB sekaligus kedua pelaku guna menjalani proutk mengantisipasi terjadinya kasus yg sama dikemudian hari tegasnya,pengintaian terus dilakukan.
Hal itu dilakukan mengingat kasus curanmor semakin merajalela. Namun,jangan hanya titik beratkan pada pihakx saja. Melainkan, harus ada partisipasi semua pihak.Termasuk,kesadaran pemilik motor yang berkunjung di RS Muhamadiyah. "Meski,Kita terus mengintai dilokasi parkir motor. Tapi, kerjasama dan kesadaran pemilik motor guna menjaga terjadix hal semcam itu sgt diperlukan,"pintahnya. (KS-09)
Data yang diperoleh Koran Stabilitas,tercatat kasus curanmor yang paling banyak terjadi di Rumah Sakit (RS), Puskesmas termasuk di RS PKU Muhamadiyah Bima. Anehnya, sepeda motor yang berhasil Anehnya, sebagian besar sepeda motor yang berhasil dicuri adalah milik pegawai RS tersebut.
Senin malam kemarin, dua orang pelaku yg diketahui berasal dari Kecamatan Langgudu hampir membawa kabur satu unit Sepeda Motor Jupiter MX milik salah seorang perawat RS PKU Muhamadiyah. Beruntung,aksi itu sukses digagalkan oleh petugas Security yang merasa curiga dengan gerak gerik kedua pelaku tersebut.
Satpam RS PKU Muhamadiyah,Akidah kepada koran Stabilitas Rabu (25/06) kemarin menceritakan,dua pemuda yang diduga pelaku curanmor datang sekitar pukul 17:30 sore. Merasa curiga dengan tingkah kedua pemuda tersebut,dirinya mengawali pengintaian. "Awalnya,saya curiga dengan gerak gerik kedua pelaku yang duduki satu persatu motor ditempat parkir tersebut.Hingga akhirnya,saya memutuskan untuk mengintai aksi kedua pelaku tersebut,"katanya.
Kecurigaan semakin bertambah,ketika salah seorang pelaku hendak mengambil sepeda motor milik CS RS setempat.Hanya saja,aksi itu batal dilakukan karena cakram sepeda motor itu digembok. "Sebenarnya,sepeda motor milik CS yang berhasil dibawa kabur. Tapi, tidak jadi karena cakramnya digembok,"ujarnya.
Aksi yang sudah lama meresahkan masyarakat lanjutnya,tidak berhenti disitu saja.Melainkan,terus dilakukan dengan target sepeda motor lain yang berada ditempat parkir tersebut. Namun, niat jahat pelaku kembali tidak membuahkan hasil.Karena,motor Jupiter MX milik keluarga pasien tidak memiliki Stater kaki juga tangan. " Sepeda motor Jupiter milik keluarga pasien yg baru saja parkir tdiak memiliki stater kaki dan tangan.Sehingga,pelaku kesulitan menghidupkan motor tersebut. Tapi,kunci kontak sudah dalam keadaan rusak,"tutur pria berbadan kekar asal Kelurahan Jatibaru tersebut.
Entah karena tidak ingin sia-sia dalam melakukan aksi tersebut katanya,pelaku kembali mencari target sepeda motor lain. Praktis,sepeda motor Jupiter MX milik Muis salah seorang perawat RS setempat-pun menjadi sasaran empuk bagi pelaku. Apalagi,sepeda motor itu diparkir di samping ATM BNI."Aksi pelaku hingga ketiga kali tdk saya ganggu. Karena,saya harus menunggu hingga motor itu dihidupkan. Tidak ingin kelolosan, saya kemudian mendekati pelaku yg sedang mendorong motor tersebut. Apalagi,saya mengenal betul motor yang didorong pelaku merupakan milik Perawat RS Muhamadiyah,"bebernya.
Setelah dideKati tambahnya, pelaku justeru mengaku apabila motor itu merupakan milik keluarganya yang sedang dirawat di RS ini. Namun,alasan pelaku untuk mengelabui dirinya tidak berhasil dilakukan.Sebab, dia mengenal betul mana motor milik pegawai RS Muhamadiyah dan manapula motor milik keluarga pasien."Tidak mau pengintaian dri awal hingga akhir gagal begitu saja. Saya-pun menghampiri pelaku dan menanyakan STNK motor itu.Sempat dia keluarkan STNK,tapi saya tdk percaya begitu saja. Bahkan, pelaku sempat ingin melawan. Sehingga,saya memutuskan utk membawa pelaku itu keruang jaga keamanan RS tersebut,"tandasnya.
Namun, baru satu pelaku saja yg dibawa ke Ruang Keamanan. Sementara,satu orang rekan seprofesinya berusaha kabur lewat pintu belakang. Sayangnya usaha rekan pelaku utk meloloskan diri berhasil digagalkan oleh rekan Satpam tersebut.Singkatnya,kedua pelaku berhasil diamankan di ruang jaga satpam RS setempat. "Sembari menunggu Aparat Kepolisian yang jemput pelaku, kedua pelaku berikut kunci T dan Barang Bukti (BB)berupa motor Jupiter MX diamankan utk sementara. Sesaat kemudian, Polisi tiba dilokasi dan membawa BB sekaligus kedua pelaku guna menjalani proutk mengantisipasi terjadinya kasus yg sama dikemudian hari tegasnya,pengintaian terus dilakukan.
Hal itu dilakukan mengingat kasus curanmor semakin merajalela. Namun,jangan hanya titik beratkan pada pihakx saja. Melainkan, harus ada partisipasi semua pihak.Termasuk,kesadaran pemilik motor yang berkunjung di RS Muhamadiyah. "Meski,Kita terus mengintai dilokasi parkir motor. Tapi, kerjasama dan kesadaran pemilik motor guna menjaga terjadix hal semcam itu sgt diperlukan,"pintahnya. (KS-09)
COMMENTS