Lantaran tak tahan dengan tekanan dan desakan masyarakat Belo, Kepala Sekolah SMP I Belo, Ikmal, S. Pd memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala Sekolah setempat.
Lantaran tak tahan dengan tekanan dan desakan masyarakat Belo, Kepala Sekolah SMP I Belo, Ikmal, S. Pd memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala Sekolah setempat. Pengunduruan diri Ikmal yang baru dilantik beberapa bulan tersebut, diketahui setelah melalui surat pengunduran diri kepada Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Rabu (14/1) lalu.
Informasi yang dihimpun wartawan Koran Stabilitas di Dinas Dikpora menyebutkan, pengunduran diri Ikmal dari amanah yang diberikan oleh Kepala Daerah tersebut, menyusul adanya tekanan dari masyarakat Desa Ngali yang kerap memintanya untuk diganti dengan guru lain yang lebih pantas dan memenuhi syarat.
Namun alasan secara terkait pengunduran diri pria asal Cenggu itu belum diketahui pasti. Spekulasi yang berkembang, pengunduran dirinya karena bukan putra asli Ngali. Warga setempat tidak menerima orang diluar Desa Ngali yang diangkat menjadi kepala sekolah karena masih banyak guru-guru putra Ngali yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Tajudin, SH yang dimintai tanggapan membenarkan telah menerima surat pengunduran diri Ikmal. Pihaknya juga telah memanggil Ikmal di ruang kerjanya pada Rabu lalu. Ikmal datang didampingi sejumlah guru-guru lain di ruang kerja Kepala Dinas. Setelah mendengarkan keterangan Kepala Sekolah SMP I Belo tersebut, pihaknya tidak bisa mengahalangi keinginan dia untuk pengundurkan dirinya. “Saya mencoba memeberikan semangat baru agar dia mempertimbangkan kembali keputusanya, namun Pak Ikmal tetap pada pendiriannya,’’ akunya.
Pihaknya telah menindaklanjuti permintaan pengunduran diri Ikmal dan meneruskan surat itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk diproses lebih lanjut ke Bupati Bima. Namun, sesuai aturan yang berlaku, sebelum Kepala Daerah atau Bupati Bima mencabut kembali Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah difinitif, Ikmal belum bisa meninggalkan jabatannya dan masih berhak menjadi Kepala Sekolah SMP I Belo.
Menyinggung alasan Ikmal mengundurkan diri, Tajudin mengaku, Ikmal sudah tidak sanggup lagi memegang amanah tersebut. Menyusul adanya tekanan secara terus menerus dari masyarakat Belo. Alasan itu membuatnya mungkin tidak tahan sehingga dia tidak nyaman menjabat sebagai Kepala Sekolah setempat. (KS-14)
Informasi yang dihimpun wartawan Koran Stabilitas di Dinas Dikpora menyebutkan, pengunduran diri Ikmal dari amanah yang diberikan oleh Kepala Daerah tersebut, menyusul adanya tekanan dari masyarakat Desa Ngali yang kerap memintanya untuk diganti dengan guru lain yang lebih pantas dan memenuhi syarat.
Namun alasan secara terkait pengunduran diri pria asal Cenggu itu belum diketahui pasti. Spekulasi yang berkembang, pengunduran dirinya karena bukan putra asli Ngali. Warga setempat tidak menerima orang diluar Desa Ngali yang diangkat menjadi kepala sekolah karena masih banyak guru-guru putra Ngali yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Tajudin, SH yang dimintai tanggapan membenarkan telah menerima surat pengunduran diri Ikmal. Pihaknya juga telah memanggil Ikmal di ruang kerjanya pada Rabu lalu. Ikmal datang didampingi sejumlah guru-guru lain di ruang kerja Kepala Dinas. Setelah mendengarkan keterangan Kepala Sekolah SMP I Belo tersebut, pihaknya tidak bisa mengahalangi keinginan dia untuk pengundurkan dirinya. “Saya mencoba memeberikan semangat baru agar dia mempertimbangkan kembali keputusanya, namun Pak Ikmal tetap pada pendiriannya,’’ akunya.
Pihaknya telah menindaklanjuti permintaan pengunduran diri Ikmal dan meneruskan surat itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk diproses lebih lanjut ke Bupati Bima. Namun, sesuai aturan yang berlaku, sebelum Kepala Daerah atau Bupati Bima mencabut kembali Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah difinitif, Ikmal belum bisa meninggalkan jabatannya dan masih berhak menjadi Kepala Sekolah SMP I Belo.
Menyinggung alasan Ikmal mengundurkan diri, Tajudin mengaku, Ikmal sudah tidak sanggup lagi memegang amanah tersebut. Menyusul adanya tekanan secara terus menerus dari masyarakat Belo. Alasan itu membuatnya mungkin tidak tahan sehingga dia tidak nyaman menjabat sebagai Kepala Sekolah setempat. (KS-14)
COMMENTS